digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

BAB 1 Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

BAB 2 Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

BAB 3 Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

BAB 4 Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

BAB 5 Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

BAB 6 Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

PUSTAKA Shofy Nur Fajri
EMBARGO  2029-07-29 

Fasilitas penyimpanan tailing PT Freeport Indonesia menampung mineral silikat dalam volume besar yang berpotensi sebagai penyerap emisi gas CO2 atmosferik secara pasif. Namun, tingginya heterogenitas spasial sering kali memicu ketidakpastian dalam estimasi kapasitas penyerapan skala fasilitas. Penelitian ini mengintegrasikan karakterisasi mineralogi laboratorium dengan observasi satelit Sentinel-2 untuk memetakan fasies mineral sekaligus mengevaluasi potensi mineralisasi CO2 pasif di area Modified Ajkwa Deposition Area (MoDADA) seluas 23.000 hektar di Papua, Indonesia. Lima sampel dari zona hulu hingga hilir dianalisis menggunakan XRD, XRF, ICP-MS, spektroskopi reflektansi ASD, dan core flooding bertekanan tinggi. Hasil uji menunjukkan kontras mineralogi yang tajam antara fasies hulu yang kaya akan kuarsa-karbonat dan fasies tengah yang didominasi feldspar-mika. Retensi CO2 yang dikoreksi semen berkisar dari 0,19 hingga 1,59 g kg-1 di mana durasi injeksi teridentifikasi sebagai faktor kendali paling signifikan (r = 0.96, p = 0.01). Penyelarasan resolusi (resampling) laboratorium ke saluran satelit Sentinel-2 membuktikan bahwa penggolongan ketiga fasies tailing tersebut valid secara spektral berdasarkan nilai albedo, kemiringan kurva SWIR, dan fitur absorpsi karbonat diagnostik. Selain itu, pemodelan inversi radar Sentinel-1 SAR untuk parameter kekasaran permukaan (RMS height 0,3–1,9 cm) dan konstanta dielektrik (????? hingga 28,7) mengonfirmasi ketersediaan kelembapan permukaan yang mendukung kondisi karbonasi sepanjang tahun. Integrasi koefisien retensi laboratorium ke dalam model spasial berbasis piksel yang dikoreksi faktor paparan dan kelembapan satelit menghasilkan estimasi kapasitas penyimpanan riil sebesar 13–79 t CO2 pada skenario pasif, dan meningkat hingga ~0.4×103t CO2 pada skenario enhanced weathering. Nilai aktual ini berada di bawah batas atas teoretis inventaris total ~3.2×105t CO2, menyediakan kerangka kerja yang andal untuk memprioritaskan pemantauan karbonasi pada TSF skala besar.