Reservoir BKB pada Formasi Bekasap di Lapangan MIF, Cekungan Sumatra Tengah,
merupakan salah satu reservoir hidrokarbon yang berkembang pada sistem pengendapan
pasang surut dengan heterogenitas tinggi akibat variasi fasies dan kompleksitas arsitektur
sedimentasi. Variasi fasies secara lateral maupun vertikal menyebabkan perubahan
distribusi properti petrofisika, konektivitas antarbatupasir, serta kontinuitas reservoir yang
berpengaruh langsung terhadap distribusi fluida dan ketepatan estimasi volumetrik
hidrokarbon. Meskipun reservoir ini telah lama diproduksikan, kajian mengenai distribusi
fasies dan model geologi statik tiga dimensi berbasis fasies yang mampu merepresentasikan
heterogenitas reservoir secara komprehensif masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan
interpretasi reservoir dan estimasi cadangan hidrokarbon masih memiliki tingkat
ketidakpastian yang relatif tinggi, sehingga diperlukan pendekatan karakterisasi reservoir
yang lebih terintegrasi melalui pemodelan geologi statik berbasis fasies.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi Reservoir BKB serta menyusun model
geologi statik tiga dimensi berbasis fasies melalui integrasi data geologi, geofisika, dan
petrofisika guna menghasilkan representasi bawah permukaan yang lebih realistis. Kajian
teoritis penelitian meliputi konsep sedimentologi lingkungan pasang surut, elektrofasies,
analisis petrofisika, interpretasi seismik, serta metode geostatistik untuk pemodelan
reservoir. Metode penelitian dilakukan melalui tahapan studi literatur, pengumpulan dan
validasi data, analisis dan interpretasi, serta penyusunan model dan estimasi volumetrik.
Data yang digunakan terdiri atas data seismik 3D, data 15 sumur bor, log tali kawat, data
produksi, check-shot, biostratigrafi, dipmeter, dan data tekanan formasi. Analisis dilakukan
melalui interpretasi horizon dan sesar, analisis stratigrafi dan fasies, evaluasi petrofisika,
pemodelan geologi statik tiga dimensi, serta estimasi cadangan hidrokarbon secara
deterministik dan probabilistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reservoir BKB memiliki kesetaraan umur dengan
Formasi Menggala–Bangko dan diendapkan pada lingkungan subtidal sistem pasang surut
yang berkembang membentuk kompleks tidal ridge. Asosiasi fasies utama terdiri atas Tidal
Ridge Axis (TRA), Tidal Ridge Off-Axis (TRO), dan Tidal Ridge Margin (TRM). Analisis
paleocurrent dan interpretasi seismik menunjukkan arah pengendapan dominan Barat
Laut–Tenggara (NW–SE) serta keberadaan struktur sesar yang memengaruhi distribusi
fluida reservoir. Pemodelan distribusi volume serpih (Vshale) menggunakan metode
Sequential Gaussian Simulation (SGS) berbasis region fasies menghasilkan representasi
heterogenitas reservoir yang paling sesuai dibandingkan metode lainnya. Hasil estimasi
volumetrik menunjukkan nilai original oil in place (OOIP) sebesar ±68,65 MMSTB,
dengan porositas efektif (PHIE) sebagai parameter yang paling berpengaruh terhadap
estimasi cadangan hidrokarbon.
Perpustakaan Digital ITB