ABSTRAK Sekar Ayu Widhastri
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Teknologi Dual-Energy Computed Tomography (DECT) memungkinkan
rekonstruksi Virtual Monochromatic Image (VMI) untuk mengukur nilai
Hounsfield Unit (HU) jaringan secara akurat. Namun, ekstraksi data HU sering
terhambat oleh artefak di batas antar-organ dan tingginya noise pada spektrum
energi rendah. Mengingat pemisahan organ (segmentasi) secara manual memakan
waktu dan bersifat subjektif, otomasi melalui kecerdasan buatan menjadi solusi
yang sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan menguji stabilitas algoritma
segmentasi otomatis deep learning (TotalSegmentator) dan mengevaluasi kurva
HU-Energi terhadap modifikasi geometri citra. Menggunakan data sekunder DECT
area abdomen (40–140 keV), ketahanan algoritma diuji melalui variasi penyesuaian
batas tepi (fine-tuning), yaitu penghalusan tepi (smoothing 1,5; 3,0; dan 4,5 mm)
dan pengikisan batas luar (margin shrinking 2,5; 3,0; dan 3,5 mm). Nilai rata-rata
HU dari parameter geometri yang paling stabil kemudian dikonversi menjadi
koefisien atenuasi linear (?). Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran awal organ
sangat menentukan ketahanannya terhadap pengikisan tepi. Organ padat dan besar
sangat stabil, sedangkan organ tipis rentan hilang pada pengikisan tertentu. Evaluasi
kurva HU-Energi membuktikan bahwa kombinasi smoothing 1,5 mm dan margin
2,5 mm adalah konfigurasi paling optimal. Profil peluruhan parameter fisis bersifat
eksponensial, yang sejalan dengan teori. Disimpulkan bahwa alur kerja segmentasi
ini terbukti valid dan dapat dijadikan langkah acuan untuk memastikan akurasi data
atenuasi jaringan biologis.
Perpustakaan Digital ITB