COVER Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Ainayya Fatihaturrohmah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Muara Sungai Saddang merupakan zona transisi dinamis yang dibentuk oleh
interaksi intensif antara aliran sungai dan dinamika perairan laut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi pola perubahan morfologi muara,
mengkarakterisasi klimatologi gelombang di perairan sekitar, serta menganalisis
keterkaitan antara dinamika tersebut selama periode 2000-2025. Data utama
penelitian menggunakan citra satelit Landsat multispektral yang diolah dengan
metode Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) dan Digital
Shoreline Analysis System (DSAS) untuk ekstraksi garis pantai. Selain itu,
karakteristik klimatologi gelombang dianalisis menggunakan data reanalysis ERA5
untuk memahami pola energi gelombang dan arus susur pantai yang mengendalikan
transpor sedimen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Muara Sungai Saddang
mengalami dinamika morfologi yang sangat fluktuatif sepanjang periode
pengamatan. Pada kurun waktu 2006-2011, kawasan ini mengalami abrasi ekstrem
dengan laju rata-rata -15,41 m/tahun, yang mengindikasikan kondisi defisit
sedimen. Sebaliknya, pada periode 2011-2019, terjadi akresi masif yang didominasi
oleh suplai sedimen fluvial, membentuk fitur lidah pasir (sand spit) yang
memanjang ke arah utara. Namun, pada periode 2019-2025, terjadi perubahan
konfigurasi mulut muara secara drastis akibat proses channel breaching, yang
memicu kembali terjadinya abrasi ekstrem. Gelombang dominan dari sektor barat
daya membangkitkan arus susur pantai yang konsisten mengangkut sedimen ke
arah utara, yang menjadi penggerak utama morfodinamika muara. Kesimpulannya,
evolusi morfologi Muara Sungai Saddang dikendalikan oleh keseimbangan antara
suplai sedimen fluvial dan klimatologi gelombang, di mana fenomena abrasi serta
akresi merupakan respons sistem muara terhadap variabilitas debit sungai dan
energi gelombang di wilayah pesisir.
Perpustakaan Digital ITB