Pakaian Nasional merupakan busana yang dikenakan oleh para tamu undangan,
khususnya tamu perempuan, pada Upacara Kenegaraan memperingati Hari Ulang
Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta. Penggunaan
Pakaian Nasional ini telah diatur dalam Tata pakaian Acara Kenegaraan
sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun
2010 dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2018. Merujuk undang-undang
tersebut memungkinkan upaya dalam merancang alternatif Pakaian Nasional,
berupa kain yang secara khusus menggunakan kain sutera ATBM dengan teknik
Jejak Alami yang selanjutnya disebut teknik Jelami, yang secara umum dikenal
sebagai teknik ecoprint (pada prosesnya terdapat pembedaan teknik ecoprint
dengan teknik Jelami). Urgensi penelitian ini terletak pada eksplorasi perancangan
berbasis eksperimen terapan teknik Jelami dengan objek identitas bangsa, yaitu
puspa melati (Jasminum sambac) sebagai Bunga Nasional atau Puspa Bangsa,
sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa
dan Bunga Nasional. Metode penelitian yang digunakan meliputi eksperimen,
kajian estetik, dan eksplorasi perancangan kualitatif. Inspirasi estetik diambil dari
ronce melati serta warna sogan khas batik klasik, yang menghadirkan makna sakral,
ritual, anggun, dan agung, selaras dengan filosofi Jawa, serta diperuntukkan bagi
perempuan Indonesia, khususnya perempuan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah:
(a) mengeksplorasi teknik Jelami puspa melati pada kain sutera ATBM sebagai
alternatif kain untuk Pakaian Nasional dalam Upacara Kenegaraan; dan (b)
merumuskan konsep estetik Jelami puspa melati yang meliputi bentuk, warna,
komposisi, dan penamaan yang mencerminkan karakter perempuan Indonesia,
dengan rujukan pada karakter perempuan Jawa. Hasil penelitian menunjukan
terciptanya kain bermotif puspa melati dengan teknik Jelami sebagai alternatif kain
untuk Pakaian Nasional dalam Upacara Kenegaraan.
Perpustakaan Digital ITB