Iftita Hana Khalisa Hasler [17221064]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Songket Palembang merupakan salah satu kain tenun tradisional Indonesia yang
memiliki nilai estetika, filosofis, dan historis yang tinggi. Keberadaannya tidak
hanya berfungsi sebagai kain hias, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya
masyarakat Palembang melalui ragam hias, teknik tenun, serta penggunaan benang
metalik. Namun, dalam perkembangan industri mode yang semakin dinamis,
Songket Palembang menghadapi berbagai tantangan, antara lain menurunnya minat
generasi muda serta dominasi penggunaan benang dan pewarna sintetis yang
berdampak pada lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya
pengembangan desain yang tetap berakar pada nilai tradisi, namun mampu
menyesuaikan diri dengan kebutuhan fashion masa kini dan prinsip keberlanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Songket Palembang agar lebih
relevan dengan fashion kontemporer melalui penerapan trend forecasting 2026,
sekaligus mengkaji penggunaan pewarna alami sebagai alternatif yang lebih
berkelanjutan. Pengembangan difokuskan pada perancangan motif baru melalui
penyederhanaan dan reinterpretasi ragam hias songket tradisional, serta eksplorasi
arah warna yang disesuaikan dengan tren. Benang katun digunakan sebagai
material utama, yang diwarnai menggunakan pewarna alami dari kayu tegeran,
kayu merr, manjakani, indigofera, dan kayu secang.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan eksperimental
dengan pendekatan perancangan berbasis praktik. Pengumpulan data dilakukan
melalui kajian literatur, observasi lapangan, serta wawancara dengan pengrajin dan
ahli Songket Palembang. Proses perancangan diawali dengan perumusan konsep
dan pengembangan motif, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi pewarnaan
alami pada benang katun. Tahapan eksperimental meliputi ekstraksi bahan
pewarna, pencelupan benang dengan variasi intensitas, serta proses fiksasi (post
mordant) menggunakan tawas, tunjung, dan kapur yang dilakukan setelah
pencelupan. Data hasil eksperimen dianalisis sebagai dasar penerapan warna dan
motif dalam perancangan Songket Palembang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan trend forecasting 2026
memberikan arah yang jelas dalam pengembangan desain Songket Palembang,
terutama dalam menentukan pilihan warna dan karakter visual motif.
Penyederhanaan ragam hias tradisional menghasilkan motif baru yang lebih adaptif
terhadap kebutuhan fashion masa kini, tanpa menghilangkan identitas songket
sebagai kain tradisional. Eksplorasi pewarna alami dari kayu tegeran, kayu merr,
manjakani, indigofera, dan kayu secang menghasilkan variasi warna yang dapat
dikembangkan sebagai alternatif palet warna songket selain pewarna sintetis. Hasil
ini memperlihatkan bahwa pengembangan desain Songket Palembang dapat
dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan perancangan yang
menggabungkan tren, eksplorasi material, dan nilai tradisi.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara eksplorasi pewarna alami,
pengembangan motif baru, dan penerapan trend forecasting dalam perancangan
Songket Palembang. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap bidang kriya
tekstil dengan menawarkan pendekatan pengembangan songket tradisional yang
berorientasi pada inovasi desain, keberlanjutan, dan pelestarian nilai budaya.
Perpustakaan Digital ITB