digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

COVER UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

BAB1 UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

BAB2 UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

BAB3 UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

BAB4 UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

BAB5 UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

PUSTAKA UFAIZAH ZAIN (NIM: 20507092)
PUBLIC Open In Flipbook Vika Anastasya Kovariansi

Pipa baja karbon banyak digunakan untuk mengalirkan bahan baku atau hasil produk di dalam industri. Salah satu industri yang banyak menggunakan pipa baja karbon ini adalah industri minyak bumi. Adanya gas seperti CO2, O2 dan H2S dan air yang terdapat di lingkunganya menyebabkan pipa baja karbon mudah mengalami korosi. Korosi ini bisa terjadi di dalam maupun di luar pipa. Korosi yang terjadi di luar pipa dapat dihambat dengan pengecatan maupun dengan pembentukan sel galvani. Sedangkan korosi yang terjadi di dalam pipa dapat dihambat dengan menambahkan inhibitor korosi ke dalam lingkungannya.Inhibitor korosi dapat diartikan sebagai sebagai suatu zat kimia, yang ditambahkan dalam jumlah yang sedikit ke dalam lingkungannya, sehingga dapat menghentikan atau mengurangi laju korosi. Inhibitor korosi dapat berupa senyawa anorganik maupun senyawa organik heteroatom. Penggunaan senyawa anorganik seperti garam kromat, fosfat dan nitrit, telah mulai ditinggalkan, hal ini disebabkan senyawa anorganik ini bersifat toksis dan tidak mudah didegradasi di alam sehingga dapat mencemari lingkungan. Sebaiknya senyawa organik lebih mudah didegradasi di alam sehingga relatif ramah lingkungan.Senyawa organik yang mulai banyak dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi adalah asam amino. Beberapa penelitian menunjukan asam amino seperti prolin, histidin dan alanin, memberikan daya inhibisi korosi yang cukup baik terhadap baja karbon. Beberapa penelitian juga menunjukan asam-asam amino yang membentuk senyawa peptida memberikan daya inhibisi korosi yang lebih baik jika dibandingkan dalam bentuk tunggalnya. Protein yang merupakan polimer peptida diduga juga memiliki daya inhibisi korosi terdahap baja karbon seperti halnya asam amino dan senyawa peptidanya.Lateks merupakan bahan ekstraktif yang dihasilkan oleh pohon karet Hevea brasiliensis yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Lateks diperoleh dari hasil penyadapan getah karet. Getah karet selain mengandung partikel karet juga mengandung senyawa yang lain salah satunya adalah protein. Namun pada pengolahan lateks di industri, protein yang terdapat di dalam getah tidak dimanfaatkan dan dibuang ke dalam limbah. Hal ini dikarenakan protein-protein ini dapat menyebabkan alergi pada manusia. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan protein yang terdapat dalam getah karet sebagai sumber inhibitor korosi terhadap baja karbon, sehingga hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari protein getah karet ini.