Pisang merupakan salah satu komoditas pangan penting di dunia, namun masih
menghadapi permasalahan kualitas dan masa simpan buah. Permasalahan tersebut
dipengaruhi oleh proses pemasakan yang relatif cepat, sehingga menurunkan
kualitas buah. Beberapa strategi pasca panen seperti rekayasa genetika dan
metabolit telah dilakukan, namun diperlukan pemahaman mekanisme molekuler
yang mendalam untuk menentukan gen dan metabolit kunci yang berperan dalam
regulasi pemasakan buah.
Musa balbisiana merupakan salah satu jenis pisang yang memiliki karakteristik
lambat masak, dengan periode pemasakan sekitar 18 28 hari setelah panen.
Karakteristik tersebut berbeda dengan pisang komersial Musa acuminata yang
umumnya masak dalam waktu enam hari. Karakter lambat masak pisang M.
balbisiana berpotensi dijadikan model untuk memahami mekanisme molekuler
yang mendasari proses pemasakan. Studi omik dapat mendukung pemahaman
tersebut secara lebih mendalam melalui identifikasi gen dan metabolit terkait
karakteristik lambat masak buah. Namun, studi omik pisang Musa balbisiana masih
terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji mekanisme
molekuler yang berkaitan dengan karakter lambat masak buah Musa balbisiana cv.
(PKW) (Grup BB), menggunakan pendekatan
transkriptomik dan metabolomik. Pendekatan transkriptomik dilengkapi dengan
analisis interaksi antar protein (protein-protein interaction, PPI) untuk
mengidentifikasi potensi interaksi antara faktor transkripsi dan gen-gen terkait
pemasakan buah.
Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu (1) analisis profil ekspresi gen
dan identifikasi kandidat gen kunci dengan pendekatan transkriptomik selama
pemasakan buah PKW; (2) analisis prediksi interaksi antar protein (protein-protein
interaction, PPI) antara faktor-faktor transkripsi (TF) pada jalur persinyalan etilen
dengan gen-gen terkait jalur metabolisme yang berbeda signifikan berdasarkan
analisis transkriptomik; serta (3) analisis profil metabolom dan identifikasi kandidat
metabolit kunci dengan pendekatan metabolomik selama pemasakan. Sampel yang
digunakan untuk analisis transkriptomik, PPI, dan metabolomik adalah buah PKW
kelompok kontrol (tanpa perlakuan etilen) dan kelompok perlakuan etilen (100
ii
. Selain itu, sampel buah Cavendish kelompok perlakuan etilen (pisang
komersil) digunakan untuk analisis metabolomik lanjutan dengan tujuan
membandingkannya dengan kelompok sampel buah PKW perlakuan etilen.
Hasil analisis transkriptomik memperlihatkan dua jalur metabolisme yang
signifikan dalam proses pemasakan buah PKW, yaitu biosintesis dan persinyalan
etilen serta metabolisme karbohidrat (metabolisme pati, sukrosa, dan fruktosa).
Lima belas gen biosintesis etilen (kelompok MAT, ACS, dan ACO), 49 gen
persinyalan etilen (ERS, ETR, RTE, EIN, EIL, ERF, dan ETO), serta 49 gen
metabolisme karbohidrat (ISA, AMY, BAM, DPE2, SUS, SPS, SPP BFF, HXK,
FRK, GPI, PGM, PFK6, FBA, SWEET, dan SUT) ditemukan terekspresi signifikan
secara diferensial. Sebagian besar gen biosintesis etilen dan metabolisme
karbohidrat memperlihatkan penurunan ekspresi (downregulated) selama
pemasakan buah, namun memperlihatkan peningkatan ekspresi (upregulated) pada
hari pertama setelah pemberian etilen, yang mengindikasikan respons terhadap
etilen. Gen-gen persinyalan etilen memperlihatkan pola ekspresi yang bervariasi,
yang mengindikasikan peran fungsional yang berbeda selama pemasakan buah
PKW.
Gen yang terekspresi signifikan secara diferensial dianalisis lebih lanjut
menggunakan pendekatan PPI untuk mengidentifikasi prediksi interaksi antara TF
pada jalur persinyalan etilen dengan gen pada jalur metabolisme yang relevan. Pada
jalur biosintesis etilen, terdapat prediksi interaksi positif antara gen MbERF2
dengan MbACO2, serta prediksi interaksi negatif antara MbETR2 dan MbEIN2
dengan MbACO2. Pada jalur metabolisme karbohidrat, terdapat prediksi interaksi
positif antara MbERF4 dan MbERF037/110-like dengan MbBAM2 dan MbBAM3;
serta prediksi interaksi negatif antara MbERF11, MbETR2, dan MbEIN2 dengan
MbHXK2. Selain itu, ditemukan interaksi antar komponen pada jalur persinyalan
etilen, yaitu prediksi interaksi negatif antara MbETR2 dengan MbERF4. Gen yang
diprediksi saling berinteraksi tersebut dilakukan validasi ekspresi gen dengan
metode quantitative real-time PCR (qRT-PCR). Gen yang berhasil tervalidasi
dijadikan kandidat gen kunci, yang meliputi gen biosintesis etilen MbACO2
(Mba07_g18470); gen metabolisme karbohidrat MbHXK2 (Mba08_g27780); serta
gen persinyalan etilen (TF) MbERF2 (Mba07_g19900), MbERF11
(Mba11_g23050), MbETR2 (Mba08_g12460), dan MbEIN2 (Mba06_g31940).
Analisis metabolomik dilakukan menggunakan metode orthogonal partial least
squares discriminant analysis (OPLS-DA) untuk mengidentifikasi perbedaan
profil metabolit buah PKW dan Cavendish yang diinduksi etilen. Hasil analisis
memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada profil metabolit primer selama
pemasakan (berdasarkan skor variable importance in projection (VIP) > 1),
terutama pada jalur metabolisme gula dan dinding sel, respons terhadap stres
oksidatif, serta biosintesis senyawa aromatik. Berdasarkan hasil analisis kurva
receiver operating characteristic (ROC), diperoleh tujuh marka metabolit yang
membedakan pemasakan
daging maupun kulit buah, yakni quinic acid, shikimic acid, 2-aminoethanol,
glutamic acid, pyroglutamic acid, alanin, dan inositol.
iii
Integrasi antara data transkriptomik, analisis PPI, dan metabolomik mendukung
dugaan adanya perubahan signifikan pada jalur metabolisme karbohidrat selama
pemasakan buah PKW. Hasil integrasi tersebut memperkuat hasil identifikasi
kandidat gen kunci, yaitu MbERF11 (Mba11_g23050), MbETR2 (Mba08_g12460),
dan MbEIN2 (Mba06_g31940); serta kandidat metabolit kunci, yaitu inositol.
Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis transkriptomik, interaksi
antar protein (PPI), dan metabolomik untuk identifikasi profil ekspresi gen dan
metabolit serta kandidat gen dan metabolit kunci, sehingga dapat membangun
model prediktif mekanisme molekuler yang menjelaskan karakter lambat masak
buah PKW. Hasil studi ini dapat diaplikasikan dalam penelitian rekayasa genetika
dan metabolit serta biologi sintetis, untuk pengembangan manajemen pasca panen
dalam meningkatkan kualitas dan memperpanjang masa simpan buah.
Perpustakaan Digital ITB