2026 THORIQ AL MAHDI ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Penggabungan fitur (feature fusion) dari beberapa arsitektur Convolutional Neural
Network (CNN) menghasilkan deskriptor citra medis yang komprehensif namun
berdimensi tinggi. Pada kondisi High Dimension Low Sample Size (HDLSS)
yang lazim di ranah klinis, pengklasifikasi berbasis margin seperti Support Vector
Machine (SVM) rentan terhadap fenomena data piling sehingga kemampuan generalisasinya
menurun, sementara Distance Weighted Discrimination (DWD) mampu
mengatasinya namun memerlukan biaya komputasi yang tinggi. Penelitian ini
mengusulkan kerangka kerja hibrida CNN–DWD dan CNN–MLP–DWD yang
mengintegrasikan ekstraksi fitur feature fusion dari frozen backbone (ResNet dan
DenseNet), Multi-Layer Perceptron (MLP) sebagai reduktor dimensi, dan DWD
sebagai pengklasifikasi akhir. Ketepatan lokalisasi fitur divalidasi menggunakan
Eigen-CAM, dan evaluasi dilakukan pada tiga dataset citra medis (Breast USG,
Breast Mammography, dan Chest X-Ray) di bawah skenario data latih 10% dan
70%. Hasil eksperimen menunjukkan DWD lebih tahan terhadap perturbasi noise
dibandingkan SVM dan klasifikator konvesional lainnya, kompresi fitur oleh MLP
dari 3072 menjadi 32 dimensi memberikan percepatan pelatihan hingga lebih dari
130 kali lipat tanpa menurunkan akurasi, dan strategi feature fusion secara konsisten
mengungguli ekstraktor tunggal. Kerangka kerja yang diusulkan mencapai akurasi
93,16% pada dataset Breast USG serta akurasi 98,01% dengan AUC 99,69% pada
dataset Chest X-Ray, melampaui berbagai studi terdahulu.
Perpustakaan Digital ITB