Korosi menjadi salah satu masalah utama yang mengakibatkan penurunan kinerja dan
masa pakai logam dalam lingkungan industri yang bersifat korosif. Negara-negara
industri dapat mengalami kerugian ekonomi sebesar 3 hingga 5% dari Produk Domestik
Bruto (PDB) setiap tahun akibat fenomena ini. Salah satu solusi yang ramah lingkungan
untuk mengatasi korosi adalah penerapan ionic liquid berbasis asam amino sebagai
inhibitor. Penelitian ini mengusulkan penggunaan senyawa [emim][Phe] sebagai kandidat
amino acid ionic liquid (AAIL) untuk mengurangi laju korosi pada baja karbon dalam
larutan NaCl 3,5% berat. Inhibitor AAIL dipilih karena kemampuannya membentuk
ikatan kimia maupun fisika dengan permukaan logam, sehingga dapat menghambat reaksi
elektrokimia penyebab korosi.
Penelitian ini dirancang untuk menyintesis dan mengkarakterisasi senyawa [emim][Phe]
melalui metode netralisasi antara [emim]OH dan asam amino fenilalanin dalam medium
pelarut etanol. Senyawa hasil sintesis selanjutnya dianalisis menggunakan FTIR dan
NMR, yang menunjukkan keberadaan gugus yang berasal dari kation [emim] dan anion
fenilalaninat, mengonfirmasi terbentuknya [emim][Phe]. Efektivitas inhibisi kemudian
diuji melalui metode Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan
Potentiodynamic Polarization (PDP) dengan sistem sel tiga elektroda pada variasi
konsentrasi 40 dan 120 ppm serta temperatur 298, 313, dan 328 K. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa [emim][Phe] secara umum memberikan kinerja inhibisi yang lebih
baik dibandingkan L-fenilalanin dan [emim]OH, yang konsisten dengan hasil SEM
permukaan baja karbon. Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi 40 ppm dan
temperatur 328 K, dengan efisiensi inhibisi sebesar 98,118% berdasarkan PDP dan
87,275% berdasarkan EIS. Pergeseran potensial korosi kurang dari 85 mV menunjukkan
bahwa seluruh inhibitor bertindak sebagai inhibitor tipe campuran.
Perpustakaan Digital ITB