digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Mauliditto Z. Sarwono
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli

Korosi menjadi salah satu masalah utama yang mengakibatkan penurunan kinerja dan masa pakai logam dalam lingkungan industri yang bersifat korosif. Negara-negara industri dapat mengalami kerugian ekonomi sebesar 3 hingga 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahun akibat fenomena ini. Salah satu solusi yang ramah lingkungan untuk mengatasi korosi adalah penerapan ionic liquid berbasis asam amino sebagai inhibitor. Penelitian ini mengusulkan penggunaan senyawa [emim][Phe] sebagai kandidat amino acid ionic liquid (AAIL) untuk mengurangi laju korosi pada baja karbon dalam larutan NaCl 3,5% berat. Inhibitor AAIL dipilih karena kemampuannya membentuk ikatan kimia maupun fisika dengan permukaan logam, sehingga dapat menghambat reaksi elektrokimia penyebab korosi. Penelitian ini dirancang untuk menyintesis dan mengkarakterisasi senyawa [emim][Phe] melalui metode netralisasi antara [emim]OH dan asam amino fenilalanin dalam medium pelarut etanol. Senyawa hasil sintesis selanjutnya dianalisis menggunakan FTIR dan NMR, yang menunjukkan keberadaan gugus yang berasal dari kation [emim] dan anion fenilalaninat, mengonfirmasi terbentuknya [emim][Phe]. Efektivitas inhibisi kemudian diuji melalui metode Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan Potentiodynamic Polarization (PDP) dengan sistem sel tiga elektroda pada variasi konsentrasi 40 dan 120 ppm serta temperatur 298, 313, dan 328 K. Hasil pengujian menunjukkan bahwa [emim][Phe] secara umum memberikan kinerja inhibisi yang lebih baik dibandingkan L-fenilalanin dan [emim]OH, yang konsisten dengan hasil SEM permukaan baja karbon. Kondisi terbaik diperoleh pada konsentrasi 40 ppm dan temperatur 328 K, dengan efisiensi inhibisi sebesar 98,118% berdasarkan PDP dan 87,275% berdasarkan EIS. Pergeseran potensial korosi kurang dari 85 mV menunjukkan bahwa seluruh inhibitor bertindak sebagai inhibitor tipe campuran.