digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 FAUSTINE ELEANORE ABSTRAK
Terbatas  Dwi Ary Fuziastuti
» Gedung UPT Perpustakaan

Email yang dikirim melalui jaringan publik rentan terhadap penyadapan, modifikasi, dan pemalsuan identitas. Kriptografi hibrid menggabungkan algoritma asimetris untuk pertukaran kunci dan algoritma simetris untuk enkripsi data sehingga memberikan keamanan dan efisiensi. Penelitian ini merancang sistem enkripsi email berbasis hybrid cryptosystem menggunakan Elliptic Curve Diffie-Hellman (ECDH) pada kurva Koblitz K-233 untuk pertukaran kunci dan AES-256-GCM untuk enkripsi serta autentikasi data. Implementasi mencakup aritmatika lapangan biner F2233 , operasi kurva eliptik, ECDH, SHA-256, dan AES-GCM yang dikembangkan secara mandiri pada Python tanpa pustaka ECC eksternal. Sistem dilengkapi verifikasi fingerprint SHA-256 untuk mitigasi man-in-the-middle (MITM), validasi titik kurva untuk mencegah invalid curve attack, serta cofactor clearing dengan h = 4 untuk mencegah small subgroup attack. Pengujian dilakukan melalui uji fungsional enkripsi-dekripsi dan simulasi lima serangan kriptografi. Hasil menunjukkan seluruh proses enkripsi-dekripsi berjalan konsisten, mekanisme mitigasi ECC efektif menolak serangan sebelum pembentukan kunci, dan AES-GCM mampu mendeteksi modifikasi ciphertext melalui kegagalan verifikasi tag. Penggunaan nonce acak 96-bit terbukti menghilangkan risiko nonce reuse secara praktis. Sistem masih memiliki keterbatasan pada aspek replay attack.