Berakar pada penelusuran artistik mengenai paradoks materialitas di era kontemporer saat
ini. Arus informasi yang masif dalam kebudayaan digital membuat data kehilangan
sandaran fisiknya, sehingga memicu krisis indrawi manusia modern yang terjebak dalam
ambivalensi hibrid antara ruang nyata dan ruang virtual. Kondisi ini melahirkan urgensi
kultural untuk melakukan objektivasi terhadap entitas imaterial—seperti frekuensi,
vibrasi, dan gelombang—menjadi wujud rupa yang menetap. Proyek penciptaan ini
disusun melalui struktur metodologi hibrida lintas disiplin yang mengintegrasikan pilar
Vibrasi sebagai representasi sains melalui penelusuran sembilan Healing Frequencies
(Hz), pilar Formasi sebagai ranah materialitas medium melalui intervensi konversi kimia
patina serta teknik goresan langsung; dan pilar Ilusi sebagai konstruksi geometrismatematis berbasis struktur Grids menggunakan sudut kelipatan 18° dan akar numerik
sembilan.
Secara teoretis, penciptaan ini bersinggungan pada teori kebudayaan digital Nicholas
Negroponte, konsep memori Henri Bergson, perluasan spasial Rosalind Krauss,
pendekatan fenomenologi Maurice Merleau-Ponty. Sinergi antar-teori ini digunakan
untuk menjembatani ketegangan antara objektivitas hukum fisika yang matematis dan
subjektivitas batin kesadaran spiritual yang dinamis. Hasil akhir penciptaan karya
terwujud dalam instalasi sembilan panel dengan bentang total horizontal mencapai 484
cm, yang memanfaatkan jarak untuk memicu interaksi optik dinamis dengan pantulan
cahaya ruangan. Melalui integrasi seni dan fisika ini, medium plat aluminium bertindak
sebagai subjek aktif "kehidupan" yang melambangkan ketangguhan eksistensial. Setiap
goresan yang tertoreh secara manual bertindak sebagai representasi irreversible dari cara
manusia menghadapi realitas secara nyata dan langsung, sedangkan vibrasi batin hadir
sebagai kendali kesadaran diri. Karya ini pada akhirnya berhasil mematerialisasikan
kesadaran imaterial ke dalam wujud visual statis yang seolah kembali "bergerak aktif"
ketika dilihat, serta berdiri sebagai instrumen refleksi personal sekaligus subversi puitis
yang mengembalikan bobot pengalaman indrawi manusia terhadap kefanaan dunia virtual
yang serba instan.
Perpustakaan Digital ITB