digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Firmanda Satria [37020010]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

BAB I Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB II Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB III Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB VI Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Daftar Pustaka Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Lampiran Firmanda Satria [37020010]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Ambient media mengalami transformasi mendasar dari media berbasis ruang fisik menjadi praktik komunikasi dalam ekosistem digital yang berbasis jaringan. Perubahan ini tidak hanya menggeser cara penyampaian pesan, tetapi juga mengubah relasi antara produsen, media, dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tersebut serta mengkaji bagaimana karakteristik, proses produksi, dan konstruksi makna ambient media berkembang dalam ruang digital. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi ke lingkungan digital telah menggeser paradigma komunikasi dari spatial experience ke networked experience, di mana nilai iklan tidak lagi terletak pada lokasi, melainkan pada kemampuan sirkulasi dan reproduksi pesan dalam jaringan digital. Dalam konteks ini, audiens mengalami rekonfigurasi peran menjadi aktif memproduksi, mendistribusikan, dan menginterpretasikan ulang pesan. Selain itu, viralitas muncul bukan sekadar sebagai efek komunikasi, tetapi sebagai mekanisme utama yang menentukan keberhasilan penyebaran pesan melalui logika partisipasi dan replikasi sosial. Lebih lanjut, media sosial berfungsi sebagai arena negosiasi makna yang terbuka, di mana pesan iklan tidak lagi bersifat tunggal, melainkan mengalami afirmasi, resistensi, dan reinterpretasi oleh audiens. Temuan ini juga mengungkap bahwa praktik ambient media di ruang digital mengandung dimensi ideologis yang mencerminkan relasi kuasa serta berperan dalam membentuk identitas sosial. Dengan demikian, ambient media tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai praktik wacana yang berkontribusi dalam produksi makna dan konstruksi budaya digital.