digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) berkembang pesat di DKI Jakarta dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata perkotaan. Tingginya kepadatan kota dan keterbatasan lahan mendorong perlunya strategi pemanfaatan ruang yang adaptif melalui pendekatan asset-based activation. Pemanfaatan aset publik seperti taman kota, museum, pasar, kawasan transitoriented development (TOD), dan perpustakaan berpotensi meningkatkan vitalitas kawasan, memperkuat konektivitas pejalan kaki, serta membangun identitas kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method melalui analisis spasial dengan teknik buffer 400 meter dan 800 meter, matriks skoring berbasis lima dimensi kapasitas ruang, aksesibilitas, lingkungan pendukung, nilai simbolik, dan potensi regenerasi kawasan serta kajian literatur terkait pariwisata urban dan kota global. Analisis dilakukan untuk mengklasifikasikan tingkat kesiapan aset publik dalam mendukung kegiatan MICE ke dalam skala besar, menengah, dan kecil. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat kesiapan aset publik, di mana aset skala besar paling siap mendukung MICE berskala luas, sementara aset skala menengah dan kecil lebih sesuai untuk kegiatan tematik dan berbasis komunitas. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivasi aset publik dan integrasi aksesibilitas transportasi dalam pengembangan MICE yang berkelanjutan.