ABSTRAK Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Anarghia Shamikha
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) berkembang
pesat di DKI Jakarta dan berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta
pariwisata perkotaan. Tingginya kepadatan kota dan keterbatasan lahan mendorong
perlunya strategi pemanfaatan ruang yang adaptif melalui pendekatan asset-based
activation. Pemanfaatan aset publik seperti taman kota, museum, pasar, kawasan transitoriented development (TOD), dan perpustakaan berpotensi meningkatkan vitalitas
kawasan, memperkuat konektivitas pejalan kaki, serta membangun identitas kota.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mix-method melalui analisis spasial dengan teknik
buffer 400 meter dan 800 meter, matriks skoring berbasis lima dimensi kapasitas ruang,
aksesibilitas, lingkungan pendukung, nilai simbolik, dan potensi regenerasi kawasan serta
kajian literatur terkait pariwisata urban dan kota global. Analisis dilakukan untuk
mengklasifikasikan tingkat kesiapan aset publik dalam mendukung kegiatan MICE ke
dalam skala besar, menengah, dan kecil. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat
kesiapan aset publik, di mana aset skala besar paling siap mendukung MICE berskala luas,
sementara aset skala menengah dan kecil lebih sesuai untuk kegiatan tematik dan berbasis
komunitas. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivasi aset publik dan integrasi
aksesibilitas transportasi dalam pengembangan MICE yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB