digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para pekerja di seluruh dunia, tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik mereka tetapi juga kesejahteraan mental mereka. Menurut beberapa penelitian, pandemi membuat pekerja lebih cemas, depresi, stres, dan kurang tidur. Masalah kesehatan mental ini mungkin berdampak besar pada produktivitas di tempat kerja dan secara umum. Terbatasnya jumlah penelitian yang dikhususkan untuk masalah kesehatan mental dan dampaknya terhadap kinerja secara umum menjadi pendorong utama dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan pengaruh besar masalah kesehatan mental terhadap kinerja di tempat kerja selama pandemi COVID-19 dan strategi mitigasinya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data kuantitatif dan sekunder dari hasil survei yang dilakukan pada tahun 2020 selama masa pandemi COVID-19. Survei dilakukan secara global dengan menyebarkan kuesioner mengenai kesehatan mental dan performa kerja menggunakan random sampling khusus untuk pekerja dewasa usia produktif di 28 negara besar di dunia. Hasil survei diperoleh sebanyak 12.823 responden yang merupakan orang dewasa dalam usia produktif dengan 53% responden berjenis kelamin laki-laki dan 47% berjenis kelamin perempuan. Data survei dianalisis dengan menggunakan Microsoft Excel, SPSS 25, dan diolah dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan mental yang berimplikasi terhadap prestasi kerja pada masa pandemi COVID-19. Hubungan antara keduanya adalah positif sehingga setiap peningkatan kondisi kesehatan mental pekerja akan sejalan dengan peningkatan kinerja pekerja. Dengan demikian, diperlukan rencana mitigasi terkait masalah tersebut untuk mendukung dan meningkatkan kinerja karyawan di tempat kerja. Dengan memitigasi dampak implikasi kesehatan mental terhadap kinerja karyawan selama pandemi dan kemungkinan krisis lainnya di masa mendatang, organisasi dapat meningkatkan daya saing dan mempertahankan keberlanjutannya ke depan.