digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Integrasi Building Information Modelling (BIM) dengan data geospasial merupakan langkah penting untuk mendukung analisis spasial yang konsisten dan terintegrasi, namun perbedaan sistem koordinat dan referensi geometri sering menimbulkan ketidaksesuaian posisi objek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsistensi geometri objek BIM setelah dilakukan integrasi dengan sistem geospasial melalui transformasi koordinat tiga dimensi. Metode yang digunakan meliputi penerapan transformasi koordinat 3D dengan menggunakan titik sekutu antara data GNSS dan model BIM lokal. Evaluasi ketelitian dilakukan melalui analisis menggunakan Fisher Exact untuk melihat asosiasi terhadap pengaruh integrasi antara BIM dan GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas hasil georeferensi dipengaruhi oleh kualitas adjustment data GNSS, perambatan kesalahan, ketelitian penentuan titik sekutu, serta stabilitas model matematik yang digunakan. Kemudian, hasil analisis konsistensi pada geometri, topologi, dan semantik antara BIM dan GEOBIM menunjukkan nilai fisher exact >0,05 yang berarti bahwa tidak ada perbedaan signifikan setelah dilakukan integrasi tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan transformasi koordinat yang tepat dan pemilihan konfigurasi titik sekutu yang optimal sangat berperan dalam meningkatkan konsistensi geometri integrasi BIM dan geospasial, sehingga dapat mendukung pemanfaatan data secara lebih akurat dalam analisis spasial dan perencanaan berbasis geoinformasi.