digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ahmad Saufi
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pemeriksaan izin stasiun radio (ISR) microwave link merupakan fungsi kritis dalam pengelolaan spektrum frekuensi radio yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Saat ini, proses pemeriksaan masih bersifat semi-manual, meliputi identifikasi anomali data izin (jarak link dan pergeseran koordinat lokasi), analisis potensi interferensi antar link, dan ekstraksi parameter teknis dari screenshot konfigurasi perangkat. Proses ini memerlukan waktu lama (rata-rata 60 menit per siklus analisis), sumber daya manusia besar, dan rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem multimodal artificial intelligence (AI) agent geospasial yang dapat melakukan deteksi anomali jarak link (< 20 m atau > 200 km) dan pergeseran koordinat lokasi (> 20 m), analisis potensi interferensi berbasis analisis spasial-frekuensi, ekstraksi otomatis teks konfigurasi dari screenshot menggunakan vision-language model, dan visualisasi interaktif hasil analisis pada peta digital dengan fitur filtering berdasarkan wilayah, klien, dan rentang frekuensi. Sistem dirancang menggunakan arsitektur tool-calling agent berbasis large language model (LLM) dengan beberapa modul terintegrasi: (1) modul deteksi anomali berbasis aturan (rule-based) untuk memeriksa konsistensi data izin sesuai standar operasional prosedur (SOP) Ditjen SDPPI; (2) modul analisis interferensi yang menggunakan spatial indexing (BallTree) dan frequency overlap detection untuk mengidentifikasi potensi gangguan co-channel dan adjacent-channel; (3) modul ekstraksi teks dari screenshot menggunakan vision-language model dan optical character recognition (OCR); serta (4) modul visualisasi geospasial menggunakan peta interaktif dengan fitur filter dinamis. Sistem diimplementasikan menggunakan Python dengan integrasi Telegram chatbot sebagai antarmuka pengguna berbasis bahasa natural. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem berhasil meningkatkan efisiensi waktu analisis sebesar 99,95% (dari 60 menit menjadi 2,81 detik menggunakan Gemini Flash-Lite), dengan akurasi deteksi anomali mencapai 100% dan akurasi identifikasi kandidat interferensi mencapai 95,3% dibandingkan validasi manual. Tool-calling agent mencapai akurasi rata-rata 0,95 dalam pemilihan tools dan parameter yang tepat, dengan model Claude Haiku 4.5 mencatat akurasi tertinggi sebesar 0,98 ± 0,13. Biaya operasional sistem 99,95% lebih rendah dibandingkan solusi komersial seperti Tableau (USD 0,035 vs USD 70/bulan). Evaluasi usability menunjukkan bahwa 100% responden teknisi UPT Monitor SFR menilai antarmuka Telegram mudah digunakan, dengan pencarian ISR di sekitar lokasi lapangan 75% lebih cepat dibanding metode manual (15 detik vs 60 detik). Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada solusi berbayar, meningkatkan aksesibilitas bagi institusi pemerintah dengan keterbatasan anggaran, dan mempercepat proses pemeriksaan stasiun radio melalui antarmuka yang intuitif dan mobile-friendly.