Pemeriksaan izin stasiun radio (ISR) microwave link merupakan fungsi kritis dalam
pengelolaan spektrum frekuensi radio yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis
(UPT) Monitor Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Direktorat Jenderal Infrastruktur
Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Saat ini, proses pemeriksaan masih
bersifat semi-manual, meliputi identifikasi anomali data izin (jarak link dan
pergeseran koordinat lokasi), analisis potensi interferensi antar link, dan ekstraksi
parameter teknis dari screenshot konfigurasi perangkat. Proses ini memerlukan
waktu lama (rata-rata 60 menit per siklus analisis), sumber daya manusia besar, dan
rentan terhadap kesalahan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem
multimodal artificial intelligence (AI) agent geospasial yang dapat melakukan
deteksi anomali jarak link (< 20 m atau > 200 km) dan pergeseran koordinat lokasi
(> 20 m), analisis potensi interferensi berbasis analisis spasial-frekuensi, ekstraksi
otomatis teks konfigurasi dari screenshot menggunakan vision-language model,
dan visualisasi interaktif hasil analisis pada peta digital dengan fitur filtering
berdasarkan wilayah, klien, dan rentang frekuensi.
Sistem dirancang menggunakan arsitektur tool-calling agent berbasis large
language model (LLM) dengan beberapa modul terintegrasi: (1) modul deteksi
anomali berbasis aturan (rule-based) untuk memeriksa konsistensi data izin sesuai
standar operasional prosedur (SOP) Ditjen SDPPI; (2) modul analisis interferensi
yang menggunakan spatial indexing (BallTree) dan frequency overlap detection
untuk mengidentifikasi potensi gangguan co-channel dan adjacent-channel; (3)
modul ekstraksi teks dari screenshot menggunakan vision-language model dan
optical character recognition (OCR); serta (4) modul visualisasi geospasial
menggunakan peta interaktif dengan fitur filter dinamis. Sistem diimplementasikan
menggunakan Python dengan integrasi Telegram chatbot sebagai antarmuka
pengguna berbasis bahasa natural.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem berhasil meningkatkan efisiensi waktu
analisis sebesar 99,95% (dari 60 menit menjadi 2,81 detik menggunakan Gemini
Flash-Lite), dengan akurasi deteksi anomali mencapai 100% dan akurasi
identifikasi kandidat interferensi mencapai 95,3% dibandingkan validasi manual.
Tool-calling agent mencapai akurasi rata-rata 0,95 dalam pemilihan tools dan
parameter yang tepat, dengan model Claude Haiku 4.5 mencatat akurasi tertinggi
sebesar 0,98 ± 0,13. Biaya operasional sistem 99,95% lebih rendah dibandingkan
solusi komersial seperti Tableau (USD 0,035 vs USD 70/bulan). Evaluasi usability
menunjukkan bahwa 100% responden teknisi UPT Monitor SFR menilai antarmuka
Telegram mudah digunakan, dengan pencarian ISR di sekitar lokasi lapangan 75%
lebih cepat dibanding metode manual (15 detik vs 60 detik). Sistem ini dirancang
untuk mengurangi ketergantungan pada solusi berbayar, meningkatkan aksesibilitas
bagi institusi pemerintah dengan keterbatasan anggaran, dan mempercepat proses
pemeriksaan stasiun radio melalui antarmuka yang intuitif dan mobile-friendly.
Perpustakaan Digital ITB