Penggunaan kendaraan listrik yang semakin meningkat menyebabkan naiknya
kebutuhan akan sistem penyimpanan energi. Superkapasitor memiliki power
density yang tinggi namun energy density lebih rendah dibanding baterai. Perlu
dikembangkan material untuk meningkatkan energy density. Bimetal fosfat nikelmangan
(NiMn-PO) dikembangkan dengan sintesis tiga tahap. Pertama mensintesis
template nikel-mangan trietanolamine (NiMn-TEOA) dengan ko-presipitasi,
dengan mol ratio Ni:Mn adalah 1:0, 10:1, 5:1, dan 3:1. Kedua mensintesis nikelmangan
trietil fosfat (NiMn-TEP) dengan solvothermal. Ketiga menkonversi
NiMn-TEP menjadi nikel-mangan fosfat (NiMn-PO) melalui kalsinasi selama 2
jam pada 600 oC.
Analisis morfologi menunjukkan tahap pertama menghasilkan morfologi rod-like
dengan ukuran semakin panjang dan kurus seiring meningkatnya kandungan
mangan dalam nikel, berubah menjadi rose-like setelah tahap ke dua, dan
terkonversi menjadi nikel-mangan fosfat dengan morfologi rose-like berpori setelah
kalsinasi. Hasil akhir NiMn-PO yang berfasa amorf meningkatkan luas permukaan
yang dapat menjadi situs aktif terjadinya reaksi redoks. Performa masing-masing
variasi diukur dengan elektrokimia sistem 3 elektroda pada KOH 6 M dan
menghasilkan nilai kapasitansi berturut turut sebesar 675, 787, 778, dan 889 F/g
pada densitas arus 1 A/g untuk Ni:Mn 1:0, 10:1, 5:1, dan 3:1. Untuk superkapasitor
hibrida NiMn-PO dengan karbon aktif (NiMn-PO//AC) menunjukkan kapasitansi
spesifik sebesar 51 F/g pada 1 A/g dengan energy density 11 Wh/kg pada power
density 500 W/kg.
Perpustakaan Digital ITB