Pergerakan tanah rayapan (creep) merupakan fenomena yang ditandai oleh perpindahan massa
tanah atau batuan yang bergerak secara sangat lambat, dengan kecepatan berkisar antara
milimeter hingga beberapa sentimeter per tahun secara perlahan dapat mengakibatkan
perubahan permukaan tanah yang signifikan, menimbulkan pergeseran dan kerusakan pada
fondasi serta struktur bangunan di atasnya Oleh karena itu, pemantauan perubahan geometri
secara spesifik pada bangunan secara akurat, dan komprehensif dalam manajemen risiko
bencana dan perawatan infrastruktur. Pemantauan bangunan terdampak rayapan tanah
dilakukan dengan melakukan pengukuran di beberapa titik atau objek pantau pada dua atau
lebih waktu akuisisi. Terdapat tantangan pada saat pemantauan yaitu menggunakan teknologi
akuisisi dan waktu pemindaian yang berbeda, pemantauan ditujukan untuk mengetahui dampak
dari pergerakan tanah berupa kerusakan dan pergeseran geometri bangunan. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeteksi perubahan geometri bangunan akibat pergerakan tanah mencakup
kerusakan dan pergeseran bangunan dengan cara mendapatkan kualitas hasil integrasi data
awan titik yang lebih baik dan akurat. Hasil integrasi data awan titik yang dilakukan dengan
beberapa tahapan metode mampu mengatasi permasalahan ataupun tantangan dari perbedaan
ketelitian dan waktu antar sensor dengan hasil akurasi sudah sesuai dengan hasil yang
dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan RMSE 0.063 m untuk
referensi UAV LiDAR dan 0.062 m untuk referensi TLS. Selanjutnya, kerusakan yang dapat
dideteksi antara lain sebagian besar pada bangunan A dan B sudah sesuai dan akurat dengan
kondisi bangunan aktual di lapangan, namun pada bangunan C masih mengalami kesulitan
mendapatkan kerusakan yang akurat karena adanya objek lain selain bangunan. Sedangkan
untuk pergeseran bangunan akibat bencana pergerakan tanah ini menunjukkan bahwa nilai
pergeseran berkisar antara 0.007 m sampai 0.341 m, nilai pergeseran minimum adalah 0.007
m, nilai rata-rata 0.133 m, dan nilai maksimum 0.341 m dengan nilai pergeseran yang dianggap
signifikan atau paling mengalami pergeseran dimulai dari nilai 0.192 m. Selanjutnya pada
pergeseran secara vertikal didapatkan minimum pergeseran 0.000 m, rata rata 0.099 m, dan
maksimum 0.311 m.
Perpustakaan Digital ITB