digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pergerakan tanah rayapan (creep) merupakan fenomena yang ditandai oleh perpindahan massa tanah atau batuan yang bergerak secara sangat lambat, dengan kecepatan berkisar antara milimeter hingga beberapa sentimeter per tahun secara perlahan dapat mengakibatkan perubahan permukaan tanah yang signifikan, menimbulkan pergeseran dan kerusakan pada fondasi serta struktur bangunan di atasnya Oleh karena itu, pemantauan perubahan geometri secara spesifik pada bangunan secara akurat, dan komprehensif dalam manajemen risiko bencana dan perawatan infrastruktur. Pemantauan bangunan terdampak rayapan tanah dilakukan dengan melakukan pengukuran di beberapa titik atau objek pantau pada dua atau lebih waktu akuisisi. Terdapat tantangan pada saat pemantauan yaitu menggunakan teknologi akuisisi dan waktu pemindaian yang berbeda, pemantauan ditujukan untuk mengetahui dampak dari pergerakan tanah berupa kerusakan dan pergeseran geometri bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan geometri bangunan akibat pergerakan tanah mencakup kerusakan dan pergeseran bangunan dengan cara mendapatkan kualitas hasil integrasi data awan titik yang lebih baik dan akurat. Hasil integrasi data awan titik yang dilakukan dengan beberapa tahapan metode mampu mengatasi permasalahan ataupun tantangan dari perbedaan ketelitian dan waktu antar sensor dengan hasil akurasi sudah sesuai dengan hasil yang dilakukan oleh beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan RMSE 0.063 m untuk referensi UAV LiDAR dan 0.062 m untuk referensi TLS. Selanjutnya, kerusakan yang dapat dideteksi antara lain sebagian besar pada bangunan A dan B sudah sesuai dan akurat dengan kondisi bangunan aktual di lapangan, namun pada bangunan C masih mengalami kesulitan mendapatkan kerusakan yang akurat karena adanya objek lain selain bangunan. Sedangkan untuk pergeseran bangunan akibat bencana pergerakan tanah ini menunjukkan bahwa nilai pergeseran berkisar antara 0.007 m sampai 0.341 m, nilai pergeseran minimum adalah 0.007 m, nilai rata-rata 0.133 m, dan nilai maksimum 0.341 m dengan nilai pergeseran yang dianggap signifikan atau paling mengalami pergeseran dimulai dari nilai 0.192 m. Selanjutnya pada pergeseran secara vertikal didapatkan minimum pergeseran 0.000 m, rata rata 0.099 m, dan maksimum 0.311 m.