Teknologi pemetaan saat ini berkembang pesat, dengan pengembangan perangkat keras seperti pemindai laser, fotogrametri UAV, dan pemodelan digital. Adopsi teknologi meningkat secara global di sektor konstruksi, budaya, hiburan, lingkungan, dan lainnya. Namun, di Indonesia, situasinya berbeda. Adopsi teknologi ini masih terbatas, terutama di sektor pertambangan, konstruksi, dan pemerintahan. Industri tesebut secara historis telah membentuk tulang punggung pendapatan perusahaan. Tantangannya adalah perusahaan telah mengalami penurunan pendapatan dari dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menemukan solusi baru seperti diversifikasi. Studi ini meneliti kelayakan PT Geo Indonesia memasuki beberapa sektor alternatif yang telah berhasil mengadopsi teknologi pemetaan 3D secara global, namun sebagian besar masih belum dimanfaatkan di pasar Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, menggabungkan wawancara dari pemangku kepentingan di berbagai industi, didukung oleh data sekunder tentang tren pasar, peraturan, dan perkembangan teknologi. Temuan penelitian mengidentifikasi tiga segmen pasar utama: pertama, sektor tradisional dengan permintaan yang stabil tetapi melambat; Kedua, sektor teknik yang sedang berkembang yang membutuhkan data dengan akurasi tinggi tetapi menghadapi kendala kemampuan dan biaya; dan ketiga, sektor kreatif yang sedang berkembang yang menunjukkan potensi kuat karena permintaan mereka akan visualisasi dan layanan berbasis proyek.
Analisis eksternal menunjukkan bahwa tren digitalisasi di Indonesia menguntungkan, dengan inisiatif pemerintah yang mendukung. Analisis internal menunjukkan PT Geo-Indonesia memiliki keahlian teknis yang kuat dan akses ke peralatan canggih. Namun, terdapat kesenjangan organisasi dalam alur kerja layanan, kemampuan pemasaran, dan SDM, khususnya dalam kompetensi yang diperlukan untuk diversifikasi pasar. Penerapan Tes Porter mengkonfirmasi bahwa diversifikasi ke layanan pemetaan 3D menarik, terjangkau, dan sinergis dengan kekuatan perusahaan yang ada. Studi ini merekomendasikan strategi penargetan ganda: memprioritaskan industri kreatif untuk penetrasi pasar yang cepat dan membangun kemampuan layanan tingkat teknik jangka panjang di bidang arsitektur, properti, dan minyak dan gas. Rencana implementasi mencakup pengembangan alur kerja, edukasi pasar, pembangunan portofolio, dan kemitraan strategis. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk upaya diversifikasi dan meningkatkan pemahaman tentang strategi memasuki pasar di sektor jasa geospasial Indonesia yang sedang berkembang.
Perpustakaan Digital ITB