digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Harga batu bara mengalami fluktuasi akibat kondisi eksternal yang tidak stabil dan memengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa geopolitik menjadi faktor yang sangat berpengaruh, karena berdampak langsung pada pergerakan harga batu bara global. Situasi ini memengaruhi berbagai sektor industri yang berkaitan erat dengan industri pertambangan, termasuk sektor alat berat. Mengingat korelasi yang kuat antara alat berat dan aktivitas pertambangan, United Tractors, sebagai perusahaan yang bergerak di sektor mesin konstruksi, turut merasakan dampak perubahan ini. Ketika sektor pertambangan mengalami ketidakstabilan, permintaan alat berat pun terdampak secara langsung. Di saat yang sama, pemerintah Indonesia tengah menggalakkan pembangunan infrastruktur nasional berskala besar dan pembentukan kawasan ekonomi baru di berbagai wilayah. Kebijakan-kebijakan ini menciptakan peluang sekaligus tantangan baru. Salah satu tantangannya adalah permintaan yang tidak merata di berbagai kategori alat berat. Beberapa jenis alat berat mengalami peningkatan permintaan yang signifikan, sementara yang lain justru mengalami penurunan. Situasi ini mengharuskan United Tractors untuk terus menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap relevan dalam menghadapi kondisi lapangan yang dinamis. Dalam upaya memenuhi permintaan pasar yang terus berubah, perusahaan harus mengembangkan strategi yang adaptif. Salah satu tantangan utama dalam penyesuaian strateginya adalah memastikan ketersediaan Kepala Operasi Cabang yang berkualifikasi dan kompeten, yang mampu menangani isu-isu spesifik di area operasional masing- masing. Peran kepala operasi cabang sangat krusial dalam menjaga kelancaran operasional sehari-hari, memastikan koordinasi proyek yang efektif, dan mendukung pencapaian target bisnis. Namun, United Tractors seringkali mengalami keterlambatan dalam pengisian posisi-posisi penting ini. Penundaan tersebut berpotensi mengganggu operasional dan mengurangi efektivitas manajerial, terutama ketika kondisi bisnis membutuhkan adaptasi yang cepat. Untuk mengatasi tantangan ini, peneliti menggunakan Manajemen Strategis dan Strategi Operasional sebagai landasan teori. Berdasarkan analisis United Tractors, ditemukan bahwa visi dan misi perusahaan tetap selaras dengan strategi korporat dan bisnisnya. Namun, penyesuaian lebih lanjut diperlukan dalam empat area utama: kapasitas, jaringan pasokan, teknologi proses, dan pengembangan organisasi. Berdasarkan temuan ini, peneliti mengusulkan beberapa alternatif strategis untuk setiap area keputusan. Untuk mendukung proses pengambilan keputusan, Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) digunakan sebagai alat analisis. Penelitian ini dilakukan melalui tinjauan pustaka, diskusi internal, dan pengumpulan data primer melalui wawancara atau survei. Analisis didasarkan pada dokumen perusahaan yang tersedia untuk umum, seperti laporan tahunan dan laporan keberlanjutan. Lebih lanjut, cakupan penelitian ini terbatas pada PT United Tractors di sektor mesin konstruksi.