AW Fitness Center telah menjadi satu-satunya pusat kebugaran di Nanga Pinoh selama lebih dari sebelas tahun, sehingga memiliki monopoli alami dan basis pelanggan di pasar lokal yang kecil. Situasi ini berubah pada Juni 2025 ketika pesaing baru dan lebih modern masuk ke wilayah tersebut, sehingga pendapatan AW Fitness Center turun sekitar 40%. Perubahan mendadak ini membuat ekspektasi pelanggan menjadi jelas dan bagaimana AW Fitness Center perlu merevisi model bisnisnya untuk tetap relevan. Studi ini berfokus pada faktor internal dan eksternal yang memengaruhi tantangan saat ini yang dihadapi oleh gym dan bertujuan untuk menawarkan model bisnis yang lebih sesuai untuk lingkungan kompetitif baru.
Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif dengan 15 peserta dari pemangku kepentingan internal dan eksternal. Mengimplementasikan analisis Lima Kekuatan Porter, analisis VRIO, dan pemetaan Business Model Canvas untuk memahami kondisi bisnis saat ini. Temuan menunjukkan kekuatan mulai dari hubungan berbasis kepercayaan dan layanan fleksibel, hingga kelemahan utama seperti fasilitas yang sudah tua, operasi informal, dan kapasitas staf yang terbatas. Dengan menggunakan analisis SWOT-TOWS, studi ini merumuskan 14 arah strategis yang diterjemahkan menjadi 32 perbaikan dalam Business Model Canvas yang dirancang ulang. Model yang diusulkan menyediakan jalur yang praktis dan realistis bagi AW Fitness Center untuk meningkatkan daya saingnya, memberikan pengalaman anggota yang lebih baik, dan mencapai keberlanjutan dalam lingkungan pasar yang kecil.
Perpustakaan Digital ITB