digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Hiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam darah yang umumnya diterapi menggunakan allopurinol sebagai inhibitor enzim xantin oksidase. Akan tetapi, penggunaan allopurinol dapat menimbulkan efek samping tertentu sehingga dilakukan pengembangan terapi alternatif yang mampu memberikan efek samping lebih minimum, seperti menggunakan bahan alam. Daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) dipilih sebagai kandidat alternatif inhibitor enzim xantin oksidase dari bahan alam karena dilaporkan kaya akan senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas inhibisi enzim xantin oksidase yang kuat. Ekstrak daun jambu mete diformulasikan dalam sistem Nanostructured Lipid Carrier (NLC) dalam rangka meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan NLC berisi ekstrak daun jambu mete (NLC-EJM) serta mengevaluasi karakteristik ukuran partikel, indeks polidispersitas, pH, efisiensi enkapsulasi, aktivitas antioksidan, dan aktivitas inhibisi enzim xantin oksidase. Komposisi NLC-EJM terdiri dari fase lipid yang berisi gliseril monostearat dan VCO (5% b/v; 7:3), ekstrak daun jambu mete (1% b/v), serta fase air yang berisi Tween 80 dan lecithin (4% b/v; 1:1). Sediaan NLC?EJM dibuat dengan metode emulsification-ultrasonication dan memiliki ukuran partikel sebesar (173,533 ± 2,491) nm, indeks polidispersitas sebesar 0,322 ± 0,061, pH sediaan sebesar 7,367 ± 0,012, dan efisiensi enkapsulasi sebesar (86,809 ± 0,589) %. Pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH untuk ekstrak diperoleh nilai IC50 sebesar (42,611 ± 1,230) µg/mL dan NLC-EJM sebesar (40,675 ± 0,470) µg/mL. Aktivitas inhibisi enzim xantin oksidase untuk ekstrak diperoleh nilai IC50 sebesar (51,086 ± 0,871) µg/mL dan NLC-EJM sebesar (38,401 ± 0,205) µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi NLC-EJM memiliki karakteristik yang optimal serta dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan inhibisi enzim xantin oksidase ekstrak daun jambu mete.