Kemasan pangan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga
berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan memperpanjang umur
simpan produk. Seiring meningkatnya kebutuhan akan produk pangan segar dan
bebas bahan pengawet sintetis, konsep kemasan aktif berkembang sebagai solusi
inovatif. Kemasan aktif dirancang untuk berinteraksi dengan produk atau
lingkungannya melalui mekanisme pelepasan atau penyerapan zat tertentu,
sehingga mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap oksidasi,
pertumbuhan mikroba, maupun perubahan mutu pangan. Pendekatan ini dinilai
lebih ramah lingkungan dan relevan dengan tren pemanfaatan sumber daya hayati
lokal.
Dalam penelitian ini dikembangkan membran serat nano berbasis biopolimer pati
talas (Colocasia esculenta L. Schott) yang dimodifikasi dengan ekstrak beluntas
(Pluchea indica L.) sebagai kandidat kemasan pangan aktif. Fabrikasi dilakukan
menggunakan metode pemintalan elektrik dengan pelarut DMSO. Kondisi
optimum pemintalan untuk menghasilkan serat halus pati talas diperoleh pada
tegangan 17 kV, laju alir 0,8 mL/jam, jarak jarum ke kolektor 16 cm, diameter
jarum 21 G, suhu proses 65 °C, dan konsentrasi larutan pati talas 14 %b/b. Untuk
meningkatkan kestabilan dan kinerja membran, dibuat komposit pati talas–selulosa
asetat dengan perbandingan 60:40 dan dimuati ekstrak beluntas dengan konsentrasi
50 %b/b. Komposit ini menunjukkan morfologi serat yang lebih seragam pada
pemuatan ekstrak beluntas dalam serat nano.
Hasil karakterisasi fungsional menunjukkan bahwa membran serat nano dengan
kandungan ekstrak beluntas memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dengan
kapasitas hambat radikal DPPH mencapai 89%. Selain itu, uji anti mikroba
memperlihatkan kemampuan penghambatan signifikan terhadap Bacillus subtilis
ATCC 6633 sebesar 98% serta Aspergillus niger ATCC 9029 sebesar 87%. Uji
aplikasi pada model pangan membuktikan bahwa membran serat nano pati
talas/selulosa asetat dengan ekstrak beluntas efektif menekan pertumbuhan jamur
hingga 15 hari masa penyimpanan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan potensi serat nano berbasis
biopolimer pati talas yang diperkaya ekstrak beluntas sebagai material kemasan
aktif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif memperpanjang umur
simpan pangan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif kemasan hijau
berbasis sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan teknologi pangan
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB