digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

COVER Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 1 Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 2 Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 3 Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 4 Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

BAB 5 Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

PUSTAKA Asti Sawitri
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

Kemasan pangan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tetapi juga berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan memperpanjang umur simpan produk. Seiring meningkatnya kebutuhan akan produk pangan segar dan bebas bahan pengawet sintetis, konsep kemasan aktif berkembang sebagai solusi inovatif. Kemasan aktif dirancang untuk berinteraksi dengan produk atau lingkungannya melalui mekanisme pelepasan atau penyerapan zat tertentu, sehingga mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap oksidasi, pertumbuhan mikroba, maupun perubahan mutu pangan. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan relevan dengan tren pemanfaatan sumber daya hayati lokal. Dalam penelitian ini dikembangkan membran serat nano berbasis biopolimer pati talas (Colocasia esculenta L. Schott) yang dimodifikasi dengan ekstrak beluntas (Pluchea indica L.) sebagai kandidat kemasan pangan aktif. Fabrikasi dilakukan menggunakan metode pemintalan elektrik dengan pelarut DMSO. Kondisi optimum pemintalan untuk menghasilkan serat halus pati talas diperoleh pada tegangan 17 kV, laju alir 0,8 mL/jam, jarak jarum ke kolektor 16 cm, diameter jarum 21 G, suhu proses 65 °C, dan konsentrasi larutan pati talas 14 %b/b. Untuk meningkatkan kestabilan dan kinerja membran, dibuat komposit pati talas–selulosa asetat dengan perbandingan 60:40 dan dimuati ekstrak beluntas dengan konsentrasi 50 %b/b. Komposit ini menunjukkan morfologi serat yang lebih seragam pada pemuatan ekstrak beluntas dalam serat nano. Hasil karakterisasi fungsional menunjukkan bahwa membran serat nano dengan kandungan ekstrak beluntas memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dengan kapasitas hambat radikal DPPH mencapai 89%. Selain itu, uji anti mikroba memperlihatkan kemampuan penghambatan signifikan terhadap Bacillus subtilis ATCC 6633 sebesar 98% serta Aspergillus niger ATCC 9029 sebesar 87%. Uji aplikasi pada model pangan membuktikan bahwa membran serat nano pati talas/selulosa asetat dengan ekstrak beluntas efektif menekan pertumbuhan jamur hingga 15 hari masa penyimpanan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan potensi serat nano berbasis biopolimer pati talas yang diperkaya ekstrak beluntas sebagai material kemasan aktif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif memperpanjang umur simpan pangan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif kemasan hijau berbasis sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan teknologi pangan berkelanjutan.