Pelabuhan Dar es Salaam merupakan gerbang maritim utama Tanzania. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Dar es Salaam Maritime Gateway Project
(DMGP) terhadap kinerja jaringan jalan hinterland utama menggunakan model lalu
lintas makroskopik yang dikembangkan dengan perangkat lunak PTV Visum.
Permintaan perjalanan diestimasi menggunakan matriks Origin-Destination (OD)
berbasis data pencacahan lalu lintas dan dibebankan ke jaringan menggunakan
metode User Equilibrium. Kinerja jaringan dievaluasi berdasarkan volume lalu
lintas, Vehicle Kilometers Traveled (VKT), Vehicle Hours Traveled (VHT), waktu
tempuh, rasio Volume-to-Capacity (V/C), dan Level of Service (LOS). Selain itu,
matriks waktu tempuh digunakan untuk menghitung Indeks Shimbel sebagai
ukuran aksesibilitas dan sentralitas jaringan. Proyeksi permintaan lalu lintas
dilakukan untuk horizon perencanaan selama 20 tahun dengan tingkat pertumbuhan
tahunan sebesar 4% untuk lalu lintas angkutan barang terkait pelabuhan dan 3%
untuk lalu lintas latar belakang.
Jaringan jalan eksisting beroperasi dalam kondisi yang baik dengan rata-rata rasio
V/C sebesar 0,49, LOS A, dan rata-rata Indeks Shimbel sebesar 167,11. Pada
skenario do-nothing tahun 2045, volume lalu lintas meningkat sebesar 62,25%,
rata-rata rasio V/C meningkat menjadi 0,88, LOS menurun menjadi D, dan Indeks
Shimbel meningkat menjadi 202,64, yang menunjukkan penurunan aksesibilitas
jaringan. Usulan peningkatan infrastruktur berhasil meningkatkan kinerja jaringan
dengan rata-rata rasio V/C sebesar 0,64, LOS B, serta menurunkan Indeks Shimbel
menjadi 188,15, yang menunjukkan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas
jaringan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan strategis pada koridor
jalan hinterland utama diperlukan untuk mendukung operasi pelabuhan di masa
mendatang dan menjaga efisiensi pergerakan angkutan barang.
Perpustakaan Digital ITB