Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi program ekstrakurikuler desain
di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Generasi Juara yang meliputi kelas
Desain Manual, Desain Digital Dasar, dan Desain Digital Lanjutan. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Evaluasi program
disusun berdasarkan sintesis Model Pengembangan Kurikulum Taba dengan teori
pendidikan nonformal, pembelajaran desain, dan asesmen. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan analisis konten silabus. Data
dianalisis menggunakan model analisis interaktif serta diverifikasi melalui
triangulasi untuk meningkatkan kredibilitas temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah didukung oleh
pembagian peran yang jelas antara tutor, coach, Person in Charge (PIC), dan kepala
PKBM. Program juga telah menerapkan enam dari tujuh tahapan dalam Model
Pengembangan Kurikulum Taba dengan baik. Temuan utama menunjukkan bahwa
analisis kebutuhan belum dilaksanakan secara sistematis, terutama dalam pemetaan
kemampuan awal peserta. Selain itu, evaluasi pada pertemuan kedelapan belum
sepenuhnya mengakomodasi karakteristik peserta usia dini karena instrumen
evaluasi yang digunakan masih memiliki keterbatasan dalam menjaring respons
verbal mereka. Analisis terhadap proses pembelajaran, hasil wawancara, dan karya
peserta menunjukkan bahwa peserta telah menunjukkan perkembangan dalam
penguasaan unsur dan prinsip dasar desain, motivasi untuk mengikuti
pembelajaran, kesadaran terhadap aspek visual, serta minat untuk melanjutkan
pembelajaran desain. Meskipun demikian, tingkat pencapaian peserta masih
bervariasi sesuai dengan kemampuan awal, usia, dan kecepatan belajar masingmasing.
Variasi tersebut tampak pada kemampuan peserta dalam menerapkan unsur
dan prinsip desain pada komposisi yang lebih kompleks, terutama pada tahap
pewarnaan, penyempurnaan karya, dan penerapan prinsip desain secara utuh.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan strategi untuk
meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program yang dikelompokkan ke
dalam aspek aktor pelaksana, kurikulum dan kelembagaan, serta pemanfaatan
teknologi. Strategi tersebut disusun sebagai rekomendasi bagi PKBM Generasi
Juara sekaligus sebagai prinsip yang dapat diadaptasi oleh PKBM lain sesuai
dengan karakteristik peserta, kebutuhan, dan ketersediaan sumber daya. Penelitian
ini diharapkan memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan program
ekstrakurikuler desain pada pendidikan nonformal serta kontribusi metodologis
berupa kerangka evaluasi program yang mempertimbangkan perbedaan usia dan
tingkat kemampuan peserta.
Perpustakaan Digital ITB