Pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia, CAP) merupakan salah satu penyebab
utama rawat inap pada pasien dewasa yang memerlukan terapi antibiotik, namun penggunaan
antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba, biaya perawatan,
dan kegagalan terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien
CAP dewasa rawat inap di RSUD Bandung Kiwari menggunakan metode Anatomical Therapeutic
Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Gyssens. Penelitian dilakukan secara observasional
deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif dan rancangan cross-sectional
menggunakan data rekam medis pasien periode Januari–Desember 2025. Sebanyak 250 pasien
dianalisis, menghasilkan 1.156 patient-days dan 422 catatan penggunaan antibiotik. Analisis
kuantitatif dilakukan menggunakan metode ATC/DDD dan Drug Utilization 90% (DU90%),
sedangkan evaluasi kualitatif dilakukan menggunakan metode Gyssens. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa azithromycin merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan, yaitu
sebanyak 129 penggunaan (30,57%), yang terdiri atas 126 penggunaan melalui rute oral (PO) dan
tiga penggunaan melalui rute intravena (IV). Azithromycin oral memiliki kuantitas penggunaan
tertinggi sebesar 78,43 DDD/100 patient-days, diikuti levofloxacin intravena sebesar 62,80
DDD/100 patient-days, ceftriaxone intravena sebesar 42,08 DDD/100 patient-days, dan cefotaxime
intravena sebesar 24,61 DDD/100 patient-days. Keempat antibiotik tersebut termasuk dalam
segmen DU90% dengan kontribusi kumulatif sebesar 96,65%. Evaluasi Gyssens menunjukkan
bahwa 404 penggunaan antibiotik (95,73%) termasuk kategori 0 atau tepat dan rasional, sedangkan
18 penggunaan (4,27%) termasuk kategori selain 0. Ketidaktepatan yang paling banyak ditemukan
adalah kategori IVA, yaitu tersedia alternatif antibiotik yang lebih efektif, sebanyak tujuh
penggunaan atau 1,66% dari seluruh penggunaan antibiotik. Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan antibiotik didominasi oleh azithromycin, levofloxacin,
dan ceftriaxone, sedangkan segmen DU90% juga mencakup cefotaxime. Sebagian besar
penggunaan antibiotik telah dinilai tepat dan rasional.
Perpustakaan Digital ITB