digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Samuel Parluhutan
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

PT Hutama Karya telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) sejak tahun 2019 sebagai upaya untuk mengintegrasikan pengelolaan data proyek konstruksi secara menyeluruh sesuai dengan proses bisnis perusahaan. Namun, hasil evaluasi internal pada tahun 2024 menunjukkan masih terdapat kendala dalam implementasi ERP, terutama terkait kualitas data yang memengaruhi proses transformasi data menjadi informasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penerapan sistem ERP dalam mendukung pengelolaan data proyek konstruksi berdasarkan kualitas data pada setiap tahapan proses bisnis dan modul ERP yang digunakan dalam mendukung pengambilan keputusan. Penelitian ini dilakukan pada proyek-proyek di Divisi Sipil Umum PT Hutama Karya dengan metode pengumpulan data melalui kajian dokumen sekunder perusahaan dan penyebaran kuesioner kepada pengguna sistem ERP. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Input–Process–Output (IPO) melalui pemetaan jenis data ERP, yang meliputi Master Data (D1), Planning Data (D2), Transaction Data (D3), Control Data (D4), Historical Data (D5), dan Report Data (D6). Evaluasi kualitas data dilakukan melalui analisis kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi ekspektasi menggunakan dumbell plot diagram berdasarkan 15 indikator, serta diperkuat dengan analisis konten terkait hambatan dan harapan pengguna ERP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi data menjadi informasi dalam sistem ERP PT Hutama Karya mengikuti proses bisnis berdasarkan enam jenis data ERP (D1–D6) berbasis pendekatan IPO, dengan kualitas output sangat dipengaruhi oleh kualitas input dan efektivitas integrasi proses antar modul. Keberhasilan ERP tidak hanya bergantung pada ketersediaan sistem, tetapi pada kemampuan mengelola data yang akurat, relevan, konsisten, terintegrasi, dan tepat waktu sepanjang siklus transformasi. Implementasi ERP saat ini telah berfungsi kuat sebagai transaction system dalam mendukung pengelolaan proses bisnis, namun belum optimal sebagai decision intelligence system karena informasi manajerial yang dihasilkan belum sepenuhnya real-time, ringkas, dan responsif terhadap kebutuhan pengambilan keputusan. Peningkatan kualitas data pada tahap input, khususnya Master Data dan Planning Data, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan keandalan kualitas data ERP dalam menghasilkan informasi untuk mendukung keputusan proyek konstruksi berbasis data.