PT Hutama Karya telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning
(ERP) sejak tahun 2019 sebagai upaya untuk mengintegrasikan pengelolaan data
proyek konstruksi secara menyeluruh sesuai dengan proses bisnis perusahaan.
Namun, hasil evaluasi internal pada tahun 2024 menunjukkan masih terdapat
kendala dalam implementasi ERP, terutama terkait kualitas data yang memengaruhi
proses transformasi data menjadi informasi. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penerapan sistem ERP dalam mendukung
pengelolaan data proyek konstruksi berdasarkan kualitas data pada setiap tahapan
proses bisnis dan modul ERP yang digunakan dalam mendukung pengambilan
keputusan.
Penelitian ini dilakukan pada proyek-proyek di Divisi Sipil Umum PT
Hutama Karya dengan metode pengumpulan data melalui kajian dokumen sekunder
perusahaan dan penyebaran kuesioner kepada pengguna sistem ERP. Analisis
dilakukan menggunakan pendekatan Input–Process–Output (IPO) melalui
pemetaan jenis data ERP, yang meliputi Master Data (D1), Planning Data (D2),
Transaction Data (D3), Control Data (D4), Historical Data (D5), dan Report Data
(D6). Evaluasi kualitas data dilakukan melalui analisis kesenjangan antara kondisi
aktual dan kondisi ekspektasi menggunakan dumbell plot diagram berdasarkan 15
indikator, serta diperkuat dengan analisis konten terkait hambatan dan harapan
pengguna ERP.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi data menjadi informasi
dalam sistem ERP PT Hutama Karya mengikuti proses bisnis berdasarkan enam
jenis data ERP (D1–D6) berbasis pendekatan IPO, dengan kualitas output sangat
dipengaruhi oleh kualitas input dan efektivitas integrasi proses antar modul.
Keberhasilan ERP tidak hanya bergantung pada ketersediaan sistem, tetapi pada
kemampuan mengelola data yang akurat, relevan, konsisten, terintegrasi, dan tepat
waktu sepanjang siklus transformasi. Implementasi ERP saat ini telah berfungsi
kuat sebagai transaction system dalam mendukung pengelolaan proses bisnis,
namun belum optimal sebagai decision intelligence system karena informasi
manajerial yang dihasilkan belum sepenuhnya real-time, ringkas, dan responsif
terhadap kebutuhan pengambilan keputusan. Peningkatan kualitas data pada tahap
input, khususnya Master Data dan Planning Data, menjadi faktor kunci dalam
meningkatkan keandalan kualitas data ERP dalam menghasilkan informasi untuk
mendukung keputusan proyek konstruksi berbasis data.
Perpustakaan Digital ITB