Terminal Peti Kemas Koja (TPK Koja) merupakan salah satu terminal peti kemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekspor dan impor. Seiring dengan meningkatnya arus peti kemas, diperlukan evaluasi terhadap kinerja operasional terminal untuk memastikan kapasitas pelayanan sisi laut dan sisi darat dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi operasional TPK Koja, mengidentifikasi bottleneck pada sistem pelayanan, mengevaluasi pengaruh perubahan komposisi peralatan bongkar muat, merancang alternatif tata letak terminal, serta menganalisis kemampuan pelayanan berdasarkan proyeksi kedatangan kapal pada masa mendatang. Analisis dilakukan menggunakan teori antrean Multiple Channel Single Phase dengan model M/M/c pada sisi darat dan sisi laut, serta metode Systematic Layout Planning (SLP) untuk merancang alternatif tata letak dan alur transportasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa Head Truck (HT) dan Quay Kontainer Crane (QCC) menjadi bottleneck akibat tingginya tingkat utilisasi. Konfigurasi optimal diperoleh dengan 60 unit HT dan 8 unit QCC serta penerapan layout alternatif 3 berupa susunan horizontal, dengan lapangan impor di sisi kanan dan lapangan ekspor di sisi kiri. Konfigurasi tersebut menurunkan portstay sebesar 32,83% dan jarak tempuh HT sebesar 26,13%. Proyeksi hingga tahun 2035 menunjukkan peningkatan kedatangan kapal sebesar 6,8%, dengan utilisasi pelayanan dermaga sebesar 56,24%, sehingga sistem antrean masih berada dalam kondisi stabil dan kapasitas pelayanan yang tersedia masih mampu mengakomodasi peningkatan kedatangan kapal.
Perpustakaan Digital ITB