digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Alopesia androgenetik (AGA) merupakan kelainan rambut akibat sensitivitas berlebihan terhadap hormon androgen. Minyak Nigella sativa (jintan hitam) dan Aleurites moluccanus (kemiri) berpotensi meningkatkan pertumbuhan rambut melalui dua mekanisme komplementer yaitu thymoquinone pada jintan hitam menghambat ekspresi COX-2/PGD2, sedangkan asam linoleat dan oleat pada kemiri meningkatkan sinyal Wnt/????-catenin. Penelitian sebelumnya pada mencit non-AGA menunjukkan nanoemulsi kombinasi kedua minyak efektif meningkatkan pertumbuhan rambut dengan ukuran partikel optimal 200????300 nm. Penelitian kali ini bertujuan mengevaluasi efektivitas nanoemulsi minyak jintan hitam, kemiri, dan kombinasinya (1:1) pada mencit jantan model AGA yang diinduksi Sustanon (10 mg/kgBB, subkutan, 21 hari) untuk meningkatkan relevansi klinis. Nanoemulsi dibuat menggunakan magnetic stirrer dan ultra-turrax kemudian dievaluasi karakteristik fisikokimia, stabilitas freeze-thaw, iritasi dermal akut, serta aktivitas pertumbuhan rambut pada enam kelompok selama 21 hari pengolesan, dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjutan LSD Fisher. Ketiga sediaan NE memenuhi target ukuran partikel (230,3????240 nm) dengan PDI < 0,5 (0,365????0,467) dan pH optimal (4,55????4,59). Uji freeze-thaw menunjukkan fluktuasi karakteristik globul akibat tekanan termal, dengan rata-rata ukuran partikel NE Mix (214,91 nm) berada dalam rentang target 200????300 nm. Pengujian morfologi dengan TEM menunjukkan globul minyak berbentuk sferis. Uji iritasi seluruh sediaan menunjukkan skor iritasi sangat ringan. Pada model AGA, seluruh kelompok NE menunjukkan peningkatan pertumbuhan rambut yang signifikan dibandingkan kontrol positif, dengan NE Jintan tunggal menunjukkan efektivitas tertinggi. Uji histologi mengonfirmasi peningkatan jumlah folikel dan dominansi fase anagen pada kelompok NE dibandingkan kontrol positif. Ketiga sediaan NE terbukti aman dan efektif meningkatkan pertumbuhan rambut pada model AGA. Namun, hipotesis efek sinergis dari kombinasi kedua minyak tidak terbukti. Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan terapi AGA berbasis bahan alam yang aman dan efektif di masa mendatang.