Jembatan dengan tipe struktur atas rangka baja masih sering digunakan di Indonesia
terutama pada jalan nasional penghubung antar daerah dikarenakan kemudahan dan
kecepatan instalasi. Salah satu jembatan rangka baja di Pulau Seram, Maluku
dibangun pada September 2021 dan memiliki fungsi yang vital sebagai penghubung
3 kabupaten. Jembatan studi kasus memiliki satu bentang jembatan panjang 100
meter dan terletak pada wilayah dengan nilai spektra permukaan tanah periode 1
detik (SD1) 0,37 yang termasuk pada kategori zona gempa 3. Sehingga perlu untuk
menganalisis kapasitas dan tingkat kinerja dari struktur berdasarkan nilai persentase
drift ratio sesuai dengan batasan dari National Cooperative Highway Research
Program (NCHRP) 440.
Performance Based Design adalah salah satu metode untuk mengevaluasi performa
strukstur jembatan dari level Fully Operational, Operational, Life Safety sampai
dengan Collapse berdasarkan persentase drift ratio dari perpindahan dibagi dengan
tinggi efektif struktur. Non-linear static Push Over Analysis digunakan untuk
menilai kinerja jembatan dengan menggunakan Program Komputasi Numerik
Midas Civil 2022.
Berdasarkan hasil evaluasi kinerja seismik melalui analisis pushover, diperoleh
nilai rasio drift sebesar 0,89% pada arah longitudinal dengan perpindahan 53,2 mm
dan 0,26% pada arah transversal dengan perpindahan 15,5 mm. Nilai tersebut masih
berada di bawah batasan rasio drift menurut NCHRP 440, sehingga tingkat kinerja
struktur jembatan dikategorikan fully operational. Selain itu, mekanisme kelelehan
sendi plastis pada elemen abutment dan pondasi bored pile berdasarkan FEMA 356
berada pada tingkat Immediate Occupancy, sementara struktur pondasi tetap
berperilaku elastis, yang menunjukkan terpenuhinya konsep strong foundation–
weak pier serta kemampuan struktur dalam mempertahankan fungsi struktur
pascagempa.
Perpustakaan Digital ITB