Perubahan morfologi sungai akibat proses gerusan dasar merupakan fenomena
penting yang berpengaruh terhadap stabilitas alur sungai dan keberlanjutan
infrastruktur sumber daya air. Proses tersebut dipengaruhi oleh interaksi antara
aliran tidak tunak dan angkutan sedimen dasar, sehingga memerlukan pendekatan
pemodelan hidrodinamik dan morfodinamik yang terintegrasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan model numerik satu dimensi dalam
mensimulasikan proses gerusan dasar sungai menggunakan metode beda hingga
eksplisit dengan skema Forward Time Central Space (FTCS). Persamaan pengatur
yang digunakan meliputi persamaan Saint-Venant untuk aliran tidak tunak dan
persamaan Exner untuk perubahan elevasi dasar sungai, dengan perhitungan
angkutan sedimen dasar menggunakan persamaan Meyer–Peter dan Muller. Untuk
meningkatkan stabilitas numerik, diterapkan filter Hansen sebagai disipasi
artifisial. Pengujian model dilakukan melalui tiga skenario, yaitu model dam break
sebagai validasi terhadap penelitian terdahulu, model aliran seragam Sungai Cikao,
serta model aliran tidak seragam Sungai Cikao dengan variasi parameter numerik.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan
tinggi muka air dan perubahan elevasi dasar sungai secara konsisten pada model
pertama dan kedua. Perbandingan hasil simulasi dengan model HEC-RAS 1D pada
model pertama dan kedua menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat baik,
dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) hidrodinamik berada pada kisaran
rendah dan RMSE morfodinamik mendekati nol pada seluruh waktu tinjauan. Pada
model ketiga dengan kondisi aliran tidak seragam belum dapat merepresentasikan
hasil simulasi hidrodinamik dan morfodinamik dengan baik. Hasil ini menunjukkan
bahwa model numerik yang dikembangkan memiliki tingkat akurasi dan stabilitas
yang baik pada kondisi aliran seragam, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif
dalam analisis gerusan dasar sungai.
Perpustakaan Digital ITB