digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ketersediaan bangunan eksisting yang didesain dengan menggunakan standar perencanaan yang lama khususnya PMI 70 dan PBI 71 menggunakan sistem rangka beton bertulang yang ada di Indonesia dan masih difungsikan hingga saat ini tergolong cukup banyak. Kejadian gempa selama dua dekade terakhir yang menyebabkan kerusakan hingga keruntuhan pada bangunan eksisting di Indonesia memicu standar perencanaan terus mengalami pembaharuan. Pembaharuan terhadap standar desain dan perancangan bangunan tahan gempa menyebabkan bangunan eksisting yang didesain menggunakan PMI 70 dan PBI 71 mengalami peningkatan terhadap demand gaya geser sebesar ±45% jika dibandingkan dengan SNI 1726:2019, sementara pendetailan terpasang setara dengan pendetailan SRPMM. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi kinerja dan rehabilitasi seismik guna memastikan dan menjamin struktur dapat berkinerja baik selama kejadian gempa berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja dan rehabilitasi seismik pada bangunan rangka beton bertulang yang didesain dengan menggunakan standar desain PMI 70 dan PBI 71. Untuk tujuan tersebut, maka struktur bangunan dilakukan desain terlebih dahulu secara preskriptif berdasarkan ketentuan standar perencanaan yang lama. Metode analisis non linear riwayat waktu digunakan sebagai metode analisis utama dalam tahap evaluasi, dengan menggunakan 11 pasang rangkaian gerak tanah untuk level bahaya seismik yaitu BSE-1E, dan BSE-2E. Hasil evaluasi menunjukan bahwa kinerja bangunan eksisting secara global tidak memenuhi target tujuan kinerja dasar bangunan gedung yang disyaratkan pada level bahaya seismik BSE-1E dan BSE-2E, sementara secara lokal terjadi kerusakan yang melampaui batasan yang diijinkan pada level bahaya seismik BSE-2E. Teknik rehabilitasi seismik menggunakan kombinasi sistem struktur rangka pemikul gaya gravitasi dan dinding struktur beton bertulang khusus pemikul gaya gempa kemudian diterapkan pada struktur bangunan eksisting. Teknik rehabilitasi seismik meningkatkan kinerja seismik struktur secara global dari IO – LS menjadi < IO pada level bahaya seismik BSE-1E, dan LS – CP menjadi IO – LS, pada level bahaya seismik BSE-2E, sementara kinerja struktur lokal ditingkatkan dari level >LS menjadi B – IO.