digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Efandi Nehe
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Kelembapan akibat rising damp merupakan salah satu penyebab utama degradasi pasangan bata yang menurunkan kekuatan mekanik serta meningkatkan kerentanan struktur terhadap beban seismik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Damp Proof Course (DPC) dan Fiber-Reinforced Paint (FR-Paint) dalam meningkatkan kinerja mekanik pasangan bata pada kondisi kering (dry) dan lembap (wet). Variasi sistem yang diteliti meliputi pasangan bata tanpa perkuatan (kontrol), FR-Paint, DPC membran polietilena, DPC membran polietilena yang dikombinasikan dengan FR-Paint, DPC polymer mortar, serta DPC polymer mortar yang dikombinasikan dengan FR-Paint. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan spesimen prisma dan wallette pasangan bata merah dengan mortar semen-pasir 1:4. Seluruh variasi diuji pada kondisi kering dan kondisi lembap akibat rising damp. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kuat tekan prisma, kuat ikatan lentur (flexural bond strength), dan kuat geser diagonal (diagonal shear test) sesuai standar ASTM. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas beban maksimum, kuat tekan, kuat ikatan lentur, kuat geser diagonal, momen lentur maksimum, gaya geser maksimum, serapan energi (energy absorption), serta mekanisme keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan DPC efektif menghambat perambatan rising damp, dengan efektivitas DPC membran sebesar 65,71% dan DPC polymer mortar sebesar 61,75% dibandingkan spesimen kontrol. Kondisi lembap menyebabkan penurunan kuat tekan pada seluruh variasi, sedangkan kombinasi DPC polymer mortar dan FR-Paint menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 4,378 MPa (dry) dan 3,808 MPa (wet), dengan penurunan terkecil sebesar 13,02%. Pada pengujian kuat ikatan lentur, kombinasi tersebut juga menghasilkan peak load tertinggi sebesar 8,782 kN (dry) dan 8,154 kN (wet), serta energy absorption tertinggi sebesar 35,947 J (dry) dan 29,882 J (wet). Pada pengujian kuat geser diagonal, kombinasi DPC polymer mortar dan FR-Paint memberikan kuat geser diagonal tertinggi sebesar 0,793 MPa (dry) dan 0,553 MPa (wet), serta energy absorption terbesar sebesar 495,668 J (dry) dan 335,716 J (wet). Hasil tersebut menunjukkan bahwa FR-Paint meningkatkan kapasitas mekanik dan kemampuan disipasi energi, sedangkan penggunaan DPC, khususnya DPC polymer mortar, mampu mempertahankan kinerja pasangan bata terhadap pengaruh kelembapan. Pada pengujian kuat ikatan lentur, seluruh spesimen memiliki rasio bentang terhadap tinggi (l/d) kurang dari 2,5, sehingga kontribusi gaya geser turut memengaruhi mekanisme keruntuhan. Pengaruh tersebut diperkirakan lebih dominan pada variasi DPC polymer mortar karena memiliki rasio l/d paling kecil dibandingkan variasi lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi DPC polymer mortar dan FR-Paint merupakan sistem retrofit yang paling efektif dalam mengendalikan dampak kelembapan akibat rising damp, meningkatkan kapasitas tekan, lentur, dan geser diagonal, memperbesar kemampuan serapan energi, serta memberikan ketahanan mekanik terbaik terhadap pengaruh kelembapan dan beban seismik.