digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Intan Maudika Putri
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Jembatan slab on pile yang didesain pada tahun 2011 menggunakan spun pile dengan rasio tulangan transversal (confinement) di bawah persyaratan minimum. Kondisi ini menyebabkan perilaku penampang spun pile menjadi getas pada kondisi ultimit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons struktur jembatan terhadap kombinasi pembebanan dan pembebanan gempa berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, mengevaluasi kapasitas penampang dan daktilitas kurvatur spun pile eksisting, serta merancang perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada daerah confinement spun pile. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan software SAP2000 dengan metode pembebanan gempa Respons Spppectrum Analysis (RSA), sedangkan analisis penampang dilakukan menggunakan software XTRACT untuk menghasilkan diagram interaksi aksial-momen (PMM) dan kurva momen-kurvatur (M-?). Desain perkuatan FRP mengacu pada ACI 440.2R-17 dan pemodelan tegangan-reganagn beton terkekang FRP menggunakan model Eid & Paultre (2008) yang mempertimbangkan kontribusi gabungan spiral eksisting dan FRP wrap. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur jembatan memenuhi persyaratan drift pada kondisi layan dan ekstrim. Penampang spun pile eksisting memiliki rasio confinement aktual sebesar 0.15%, berada di bawah persyaratan minimum 1.32% berdasarkan AASHTO LRFD Bridge Design 9th Edition. Hal ini menyebabkan penampang bersifat getas dengan daktilitas kurvatur 1.51-1.895. Desain perkuatan menggunakan CFRP Mapewrap C-1200 sebanyak 3 lapis menghasilkan total rasio confinement ekuivalen sebesar 1.63%, sehingga memenuhi persyaratan minimum. Setelah pemberian FRP, kapsitas aksial dan daktilitas kurvatur meningkat, mengubah perilaku penampang yang awalnya getas menjadi daktail.