digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Latar belakang: Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) diketahui kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta berpotensi menjaga homeostasis saluran pencernaan melalui modulasi mikrobiota usus. Namun, pemanfaatannya sering terkendala oleh rendahnya stabilitas senyawa aktif terhadap degradasi oksidatif selama proses ekstraksi, penyimpanan, maupun metabolisme oral. Pengembangan formulasi nanosuspensi menjadi solusi potensial untuk meningkatkan stabilitas senyawa aktif dan meningkatkan ketersediaannya di kolon agar dapat dimanfaatkan oleh probiotik. Dalam hal ini, sakarida ubi Cilembu terfosforilasi berperan sebagai penstabil dengan mekanisme elektrostatik dan sterik, dengan L-arginin sebagai crosslinker yang memperkuat interaksi molekuler. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nanosuspensi ekstrak daun kemangi menggunakan sakarida ubi jalar Cilembu terfosforilasi sebagai penstabil sekaligus sumber nutrisi probiotik yang dikombinasikan dengan L-arginin sebagai penstabil, serta menguji potensi pertumbuhan probiotik terhadap Lactobacillus plantarum. Metode: Ekstraksi daun kemangi dilakukan dengan Ultrasound-Assited Extraction (UAE) menggunakan pelarut etanol 60% dengan penambahan asam sitrat 0,5%. Ekstraksi ubi cilembu dilakukan melalui tahap pemisahan pati dan hidrolisis asam, selanjutnya dilakukan fosforilasi dengan STPP 1%. Nanosuspensi diformulasikan dengan pendekatan bottom-up, melalui pembentukan partikel koloid ekstrak kemangi, kemudian penambahan penstabil arginin dan sakarida ubi cilembu, diikuti dengan high-shear homogenization. Optimasi formulasi nanosuspensi dilakukan menggunakan rancangan Box– Behnken Design (BBD). Formula dikarakterisasi dan diuji aktivitas pertumbuhan probiotik terhadap Lactobacillus plantarum dengan metode pengukuran turbiditas (OD600) yang dikonversi untuk memperkirakan jumlah koloni. Hasil: Formulasi nanosuspensi menghasilkan sediaan dengan ukuran seragam 261,12 ± 1,85 nm yang ditunjukkan oleh indeks polidispersitas 0,271 ± 0,03. Hasil optimasi BBD menunjukkan faktor yang signifikan terhadap pertumbuhan Lactobacillus plantarum adalah konsentrasi kemangi dan konsentrasi sakarida. Formulasi nanosuspensi pada kombinasi ekstrak kemangi 0,5%; sakarida ubi cilembu 9%; dan arginin 1% menunjukkan aktivitas antioksidan dan prebiotik yang baik. Aktivitas ii antioksidan meningkat secara signifikan sebesar 31%, dari 492,21 ± 5,91 mg AAE/g pada ekstrak tunggal menjadi 539,34 ± 7,87 mg AAE/g pada nanosuspensi, yang menunjukkan bahwa pengembangan sediaan nanosuspensi memberikan perlindungan terhadap degradasi oksidatif. Sediaan nanosuspensi cair menunjukkan stabilitas fisik dan kimia yang baik pada kondisi penyimpanan 4°C yang mampu mempertahankan karakteristik nanosuspensi lebih baik dibandingkan suhu 25°C dan 40°C. Evaluasi pertumbuhan probiotik menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan Lactobacillus plantarum mencapai 86,05% dibandingkan dengan media standar MRS.