Latar belakang: Ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) diketahui kaya
akan senyawa fenolik dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan serta
berpotensi menjaga homeostasis saluran pencernaan melalui modulasi mikrobiota
usus. Namun, pemanfaatannya sering terkendala oleh rendahnya stabilitas senyawa
aktif terhadap degradasi oksidatif selama proses ekstraksi, penyimpanan, maupun
metabolisme oral. Pengembangan formulasi nanosuspensi menjadi solusi potensial
untuk meningkatkan stabilitas senyawa aktif dan meningkatkan ketersediaannya di
kolon agar dapat dimanfaatkan oleh probiotik. Dalam hal ini, sakarida ubi Cilembu
terfosforilasi berperan sebagai penstabil dengan mekanisme elektrostatik dan sterik,
dengan L-arginin sebagai crosslinker yang memperkuat interaksi molekuler.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nanosuspensi ekstrak
daun kemangi menggunakan sakarida ubi jalar Cilembu terfosforilasi sebagai
penstabil sekaligus sumber nutrisi probiotik yang dikombinasikan dengan L-arginin
sebagai penstabil, serta menguji potensi pertumbuhan probiotik terhadap
Lactobacillus plantarum. Metode: Ekstraksi daun kemangi dilakukan dengan
Ultrasound-Assited Extraction (UAE) menggunakan pelarut etanol 60% dengan
penambahan asam sitrat 0,5%. Ekstraksi ubi cilembu dilakukan melalui tahap
pemisahan pati dan hidrolisis asam, selanjutnya dilakukan fosforilasi dengan STPP
1%. Nanosuspensi diformulasikan dengan pendekatan bottom-up, melalui
pembentukan partikel koloid ekstrak kemangi, kemudian penambahan penstabil
arginin dan sakarida ubi cilembu, diikuti dengan high-shear homogenization.
Optimasi formulasi nanosuspensi dilakukan menggunakan rancangan Box–
Behnken Design (BBD). Formula dikarakterisasi dan diuji aktivitas pertumbuhan
probiotik terhadap Lactobacillus plantarum dengan metode pengukuran turbiditas
(OD600) yang dikonversi untuk memperkirakan jumlah koloni. Hasil: Formulasi
nanosuspensi menghasilkan sediaan dengan ukuran seragam 261,12 ± 1,85 nm yang
ditunjukkan oleh indeks polidispersitas 0,271 ± 0,03. Hasil optimasi BBD
menunjukkan faktor yang signifikan terhadap pertumbuhan Lactobacillus
plantarum adalah konsentrasi kemangi dan konsentrasi sakarida. Formulasi
nanosuspensi pada kombinasi ekstrak kemangi 0,5%; sakarida ubi cilembu 9%; dan
arginin 1% menunjukkan aktivitas antioksidan dan prebiotik yang baik. Aktivitas
ii
antioksidan meningkat secara signifikan sebesar 31%, dari 492,21 ± 5,91 mg
AAE/g pada ekstrak tunggal menjadi 539,34 ± 7,87 mg AAE/g pada nanosuspensi,
yang menunjukkan bahwa pengembangan sediaan nanosuspensi memberikan
perlindungan terhadap degradasi oksidatif. Sediaan nanosuspensi cair menunjukkan
stabilitas fisik dan kimia yang baik pada kondisi penyimpanan 4°C yang mampu
mempertahankan karakteristik nanosuspensi lebih baik dibandingkan suhu 25°C
dan 40°C. Evaluasi pertumbuhan probiotik menunjukkan bahwa persentase
pertumbuhan Lactobacillus plantarum mencapai 86,05% dibandingkan dengan
media standar MRS.
Perpustakaan Digital ITB