digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Farhan Andika
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Industri minyak dan gas sebagai industri proses dituntut untuk mempertahankan kegiatan operasional secara kontinu selama 24 jam. Hal ini melatarbelakangi penerapan sistem kerja shift pada beberapa divisi yang dapat memicu kelelahan kerja akibat penurunan kondisi fisik, kognitif, dan gangguan ritme sirkadian. Berdasarkan hasil root cause analysis menggunakan tools 5 why’s, akar masalah ditemukan pada metode asesmen melalui kuesioner yang rentan terhadap bias sehingga strategi mitigasi yang sudah dirancang belum sesuai dengan kondisi aktual operator. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelelahan operator di empat divisi yang paling berisiko tinggi, yaitu Maintenance (MA), Produksi Operator Lapangan (POL), Produksi Control Panel (PCP), dan Research and Development (R&D) serta mengusulkan rancangan strategi mitigasi risiko kelelahan berbasis data yang representatif. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif observasional dengan desain pengukuran berulang, komparatif dan korelasional. Data kelelahan dikumpulkan dari sampel operator pada tiga titik waktu pengukuran (baseline, sebelum, dan sesudah bekerja). Pengukuran dilakukan menggunakan pendekatan objektif (Psychomotor Vigilance Task (PVT) dan blink duration) serta pendekatan subjektif (Karolinska Sleepiness Scale/KSS dan Visual Analogue Scale/VAS). Data kemudian diuji secara deskriptif menggunakan grafik dan statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk (???? ? 50), dilanjutkan dengan uji beda (intra-grup, inter-grup, antar-shift) serta uji korelasi Spearman untuk meninjau keterkaitan antar-variabel dan pengaruh pola istirahat. Hasil pengolahan data secara deskriptif dan uji beda menunjukkan bahwa tingkat kelelahan operator tidak berubah secara seragam. Secara deskriptif, divisi produksi (POL dan PCP) mengalami akumulasi kelelahan yang lebih tinggi dibandingkan divisi non-produksi (MA dan R&D). Uji beda antar-shift mengonfirmasi parameter PVT dan KSS mengalami perubahan signifikan pada operator shift sore dan malam. Uji korelasi membuktikan terdapat hubungan signifikan secara negatif antara parameter KSS dan VAS terhadap kondisi baseline operator. Hubungan parameter objektif dan subjektif tidak konsisten di sebagian besar divisi. Berdasarkan hasil temuan tersebut, dirancang strategi mitigasi risiko kelelahan berbasis Fatigue Risk Management System (FRMS) IOGP Report 626 yang terdiri atas: (1) Sistem Informasi Monitoring Fatigue Berbasis Web untuk digitalisasi Daily Check-Up (DCU) untuk pemantauan batas lembur sesuai UU No. 13 Tahun 2003, dan kalkulasi Final Clearance, serta (2) Program edukasi kelelahan komprehensif dan sleep hygiene bagi pekerja.