Industri minyak dan gas sebagai industri proses dituntut untuk mempertahankan
kegiatan operasional secara kontinu selama 24 jam. Hal ini melatarbelakangi
penerapan sistem kerja shift pada beberapa divisi yang dapat memicu kelelahan
kerja akibat penurunan kondisi fisik, kognitif, dan gangguan ritme sirkadian.
Berdasarkan hasil root cause analysis menggunakan tools 5 why’s, akar masalah
ditemukan pada metode asesmen melalui kuesioner yang rentan terhadap bias
sehingga strategi mitigasi yang sudah dirancang belum sesuai dengan kondisi aktual
operator. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat
kelelahan operator di empat divisi yang paling berisiko tinggi, yaitu Maintenance
(MA), Produksi Operator Lapangan (POL), Produksi Control Panel (PCP), dan
Research and Development (R&D) serta mengusulkan rancangan strategi mitigasi
risiko kelelahan berbasis data yang representatif.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif observasional
dengan desain pengukuran berulang, komparatif dan korelasional. Data kelelahan
dikumpulkan dari sampel operator pada tiga titik waktu pengukuran (baseline,
sebelum, dan sesudah bekerja). Pengukuran dilakukan menggunakan pendekatan
objektif (Psychomotor Vigilance Task (PVT) dan blink duration) serta pendekatan
subjektif (Karolinska Sleepiness Scale/KSS dan Visual Analogue Scale/VAS). Data
kemudian diuji secara deskriptif menggunakan grafik dan statistik menggunakan
uji normalitas Shapiro-Wilk (???? ? 50), dilanjutkan dengan uji beda (intra-grup,
inter-grup, antar-shift) serta uji korelasi Spearman untuk meninjau keterkaitan
antar-variabel dan pengaruh pola istirahat.
Hasil pengolahan data secara deskriptif dan uji beda menunjukkan bahwa tingkat
kelelahan operator tidak berubah secara seragam. Secara deskriptif, divisi produksi
(POL dan PCP) mengalami akumulasi kelelahan yang lebih tinggi dibandingkan
divisi non-produksi (MA dan R&D). Uji beda antar-shift mengonfirmasi parameter
PVT dan KSS mengalami perubahan signifikan pada operator shift sore dan malam.
Uji korelasi membuktikan terdapat hubungan signifikan secara negatif antara
parameter KSS dan VAS terhadap kondisi baseline operator. Hubungan parameter
objektif dan subjektif tidak konsisten di sebagian besar divisi. Berdasarkan hasil
temuan tersebut, dirancang strategi mitigasi risiko kelelahan berbasis Fatigue Risk
Management System (FRMS) IOGP Report 626 yang terdiri atas: (1) Sistem
Informasi Monitoring Fatigue Berbasis Web untuk digitalisasi Daily Check-Up
(DCU) untuk pemantauan batas lembur sesuai UU No. 13 Tahun 2003, dan
kalkulasi Final Clearance, serta (2) Program edukasi kelelahan komprehensif dan
sleep hygiene bagi pekerja.
Perpustakaan Digital ITB