digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kayla Putri Fatimah Azahra [17222104]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Felting merupakan teknik pembentukan tekstil nonwoven tertua yang memanfaatkan proses penguncian serat wol melalui tekanan, panas, kelembapan, dan gesekan. Material yang dihasilkan memiliki karakteristik ringan, lembut, dan bertekstur menyerupai beludru, namun memiliki kelemahan berupa daya serap air yang tinggi sehingga rentan mengalami abrasi, pilling, penyusutan, dan penurunan kualitas struktur. Selain itu, pemanfaatan teknik felting masih didominasi pada produk berbasis kriya, sehingga pengembangannya sebagai material untuk fashion fungsional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kombinasi teknik needle felting, wet felting, dan nuno felting melalui sandwich method untuk menghasilkan material felting yang lebih kuat, ringan, dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap air. Teknik needle felting digunakan untuk membantu migrasi serat wol pada kain dasar, sedangkan wet felting memperkuat ikatan antar serat melalui mekanisme interlocking. Penggunaan kain tipis pada nuno felting membentuk struktur komposit yang tetap ringan namun stabil. Pendekatan biomimetik diterapkan dengan mengadaptasi karakteristik morfologi dan anatomi jamur Turkey Tail(Trametes versicolor), meliputi struktur hifa yang saling berjalin, tekstur permukaan yang lembut, serta prinsip perlindungan terhadap kelembapan. Hasil eksplorasi kemudian diimplementasikan pada produk akhir berupa tas tangan. Penelitian ini diharapkan menghasilkan inovasi material felting yang lebih fungsional serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan material tekstil nonwoven berbasis biomimetik untuk produk fashion.