digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Permasalahan limbah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang terus meningkat akibat tingginya penggunaan material plastik pada berbagai sektor industri, termasuk industri fesyen. Plastik konvensional yang sulit terurai menyebabkan akumulasi limbah yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah melalui pemanfaatan material biodegradable, seperti polikaprolakton (PCL). PCL merupakan poliester sintetis yang bersifat termoplastik, mudah dibentuk, dan mampu terdegradasi secara biologis sehingga berpotensi diterapkan sebagai material alternatif pada produk fesyen yang lebih ramah lingkungan. Perancangan ini mengeksplorasi material komposit berbasis PCL dengan penambahan kalsium karbonat (CaCO?) sebagai filler untuk meningkatkan kekakuan material sehingga sesuai diterapkan pada tas tangan berstruktur keras (hard handbag). Perancangan mengangkat stilisasi anggrek endemik Indonesia sebagai inspirasi visual karena keunikan bentuk, warna, dan perannya sebagai representasi kekayaan biodiversitas Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan eksplorasi material. Eksplorasi dilakukan dengan mencampurkan PCL, CaCO?, titanium dioksida, natural mica powder, serta cat air non-toxic untuk memperoleh karakteristik material yang sesuai dengan kebutuhan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CaCO? mampu meningkatkan kekakuan dan stabilitas bentuk material PCL tanpa mengurangi fleksibilitas proses pembentukannya. Material yang dihasilkan kemudian diterapkan pada rancangan hard handbag yang mengolah bentuk, tekstur, dan warna anggrek endemik Indonesia sebagai identitas visual. Melalui pendekatan material dan desain tersebut, penelitian ini menunjukkan potensi material komposit berbasis PCL sebagai alternatif material fesyen yang memadukan aspek fungsi, estetika, keberlanjutan, serta nilai pelestarian biodiversitas Indonesia.