Permasalahan limbah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang terus
meningkat akibat tingginya penggunaan material plastik pada berbagai sektor
industri, termasuk industri fesyen. Plastik konvensional yang sulit terurai
menyebabkan akumulasi limbah yang berdampak negatif terhadap lingkungan.
Salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah melalui
pemanfaatan material biodegradable, seperti polikaprolakton (PCL). PCL
merupakan poliester sintetis yang bersifat termoplastik, mudah dibentuk, dan
mampu terdegradasi secara biologis sehingga berpotensi diterapkan sebagai
material alternatif pada produk fesyen yang lebih ramah lingkungan.
Perancangan ini mengeksplorasi material komposit berbasis PCL dengan
penambahan kalsium karbonat (CaCO?) sebagai filler untuk meningkatkan
kekakuan material sehingga sesuai diterapkan pada tas tangan berstruktur keras
(hard handbag). Perancangan mengangkat stilisasi anggrek endemik Indonesia
sebagai inspirasi visual karena keunikan bentuk, warna, dan perannya sebagai
representasi kekayaan biodiversitas Indonesia. Penelitian menggunakan metode
kualitatif melalui studi literatur, observasi, dokumentasi, dan eksplorasi material.
Eksplorasi dilakukan dengan mencampurkan PCL, CaCO?, titanium dioksida,
natural mica powder, serta cat air non-toxic untuk memperoleh karakteristik
material yang sesuai dengan kebutuhan produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CaCO? mampu meningkatkan
kekakuan dan stabilitas bentuk material PCL tanpa mengurangi fleksibilitas proses
pembentukannya. Material yang dihasilkan kemudian diterapkan pada rancangan
hard handbag yang mengolah bentuk, tekstur, dan warna anggrek endemik
Indonesia sebagai identitas visual. Melalui pendekatan material dan desain tersebut,
penelitian ini menunjukkan potensi material komposit berbasis PCL sebagai
alternatif material fesyen yang memadukan aspek fungsi, estetika, keberlanjutan,
serta nilai pelestarian biodiversitas Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB