digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kriya logam di Indonesia telah berkembang sejak masa lampau, salah satunya melalui teknik tempa pamor yang dikenal dalam pembuatan keris. Pamor merupakan teknik tempa berlapis yang menghasilkan pola visual khas dengan nilai estetika dan filosofi yang kuat dalam budaya Nusantara, namun dalam kehidupan saat ini pemahamannya semakin terbatas karena lebih banyak ditemukan pada artefak tradisional. Di sisi lain, perkembangan desain membuka peluang untuk menghadirkan kembali nilai visual pamor dalam konteks yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, salah satunya melalui aksesoris logam yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan tetapi juga sebagai media ekspresi identitas dan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pamor sebagai elemen visual dalam perancangan aksesoris kontemporer yang terinspirasi dari ragam hias Majapahit, dengan metode eksploratif berbasis praktik yang meliputi studi literatur, observasi lapangan, analisis visual, serta eksplorasi material melalui teknik pattern welding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pamor memiliki potensi visual yang kuat untuk diterapkan dalam desain aksesoris logam, di mana karakter visualnya dapat diadaptasi ke dalam konteks desain masa kini tanpa menghilangkan identitas budaya yang melekat, sehingga berkontribusi dalam pengembangan kriya logam kontemporer.