Kriya logam di Indonesia telah berkembang sejak masa lampau, salah satunya
melalui teknik tempa pamor yang dikenal dalam pembuatan keris. Pamor
merupakan teknik tempa berlapis yang menghasilkan pola visual khas dengan
nilai estetika dan filosofi yang kuat dalam budaya Nusantara, namun dalam
kehidupan saat ini pemahamannya semakin terbatas karena lebih banyak
ditemukan pada artefak tradisional. Di sisi lain, perkembangan desain membuka
peluang untuk menghadirkan kembali nilai visual pamor dalam konteks yang
lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, salah satunya melalui
aksesoris logam yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan tetapi
juga sebagai media ekspresi identitas dan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pamor sebagai elemen visual dalam perancangan aksesoris
kontemporer yang terinspirasi dari ragam hias Majapahit, dengan metode
eksploratif berbasis praktik yang meliputi studi literatur, observasi lapangan,
analisis visual, serta eksplorasi material melalui teknik pattern welding. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pamor memiliki potensi visual yang kuat untuk
diterapkan dalam desain aksesoris logam, di mana karakter visualnya dapat
diadaptasi ke dalam konteks desain masa kini tanpa menghilangkan identitas
budaya yang melekat, sehingga berkontribusi dalam pengembangan kriya logam
kontemporer.
Perpustakaan Digital ITB