digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Yolla Padamadewi Wiragapa
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

MEOR (Microbial Enhanced Oil Recovery) merupakan metode Enhanced Oil Recovery yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan perolehan minyak dan dipengaruhi oleh ketersediaan sumber karbon sebagai nutrisi mikroorganisme. Molase umum digunakan sebagai sumber karbon, tetapi ketersediaannya dipengaruhi oleh dinamika pasar industri, sehingga harganya cenderung fluktuatif. Nira nipah (Nypa fruticans) merupakan cairan manis kaya akan gula, berasal dari tanaman nipah (Nypa fruticans) yang populasinya berlimpah di pesisir pantai Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas nira nipah (Nypa fruticans) sebagai sumber karbon alternatif untuk mensubstitusi molase dalam aplikasi MEOR pada reservoir minyak Jambi. Metode penelitian meliputi inkubasi selama 5 hari medium berisi brine water dan crude oil sebagai sampel kontrol, sementara sampel perlakuan ditambahkan NPK, DAP, dan nira nipah atau molase dengan pengamatan parameter profil pertumbuhan bakteri, perubahan pH, indeks emulsifikasi (E24), penurunan tegangan antarmuka (Interfacial Tension/IFT), perubahan viskositas minyak, serta analisis SARA (Saturated, Aromatic, Resin, Asphaltene). Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan bakteri sampel nira nipah sebesar 2,146 hari-1, sedangkan molase 2,723 hari-1, dengan densitas akhir keduanya berada di sekitar 8,45 log CFU/mL. Pada parameter tegangan permukaan, penurunan IFT dan pembentukan emulsi (E24) nira nipah lebih besar (masing-masing 33,14% dan 61,30%) dibandingkan molase (masing-masing 14,49% dan 60,13%). Kestabilan emulsi sampel nira nipah didukung oleh produksi asam organik yang tinggi, sehingga mencapai pH 5,35 (molase 6,37). Sebaliknya, media molase lebih unggul dalam menurunkan viskositas minyak (23,84%) dibandingkan nira nipah (7,42%). Berdasarkan analisis SARA, konsentrasi fraksi saturated dan resin pada sampel molase mengalami pola naik-turun yang lebih besar serta menghasilkan endapan asphaltene (5%) yang lebih tinggi dibandingkan dengan nira nipah (2%). Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nira nipah efektif diaplikasikan sebagai pengganti molase untuk aplikasi biostimulasi dalam teknologi MEOR.