ABSTRAK pendadih, lateks karet alam, daya sonikasi, total solids content, pendadihan dengan ultrasonik
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli
Lateks karet alam yang diperoleh dari pohon Hevea brasiliensis merupakan bahan baku yang banyak digunakan dalam berbagai produk industri dan konsumen. Indonesia merupakan salah satu produsen utama lateks karet alam di dunia dan berkontribusi secara signifikan terhadap pasokan karet global. Secara konvensional, pemekatan lateks dilakukan melalui sentrifugasi atau pendadihan. Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan berupa biaya investasi yang tinggi atau waktu proses yang relatif lama. Penelitian ini mengkaji penerapan ultrasonikasi untuk meningkatkan proses pemekatan lateks karet alam berbasis pendadihan. Lateks kebun yang diperoleh dari Kebun Lateks Sembawa, Sumatera Selatan, dipekatkan menggunakan 2% carboxymethyl cellulose (CMC) sebagai pendadih. Proses pendadihan dengan ultrasonik dilakukan menggunakan perangkat ultrasonik tipe bath dan probe untuk mengevaluasi pengaruh daya sonikasi (120–400 W), frekuensi (20–40 kHz), dan waktu sonikasi (4–6 jam) dan karakteristik fisikokimia lateks yang dihasilkan. Parameter yang dianalisis meliputi waktu pemisahan, kondisi pemisahan, perolehan volume lateks, total solids content (TSC), distribusi ukuran partikel menggunakan dynamic light scattering (DLS), viskositas serum, dan pH serum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya sonikasi merupakan faktor dominan yang menentukan kinerja proses pendadihan: waktu pemisahan tidak dipengaruhi oleh durasi perlakuan (4–6 jam) pada kondisi daya berapa pun, sedangkan daya memberikan efek non-monotonik, dengan 240 W menghasilkan pemisahan tercepat, paling stabil serta populasi partikel terkecil dan paling seragam, sementara 400 W menghasilkan perolehan volume lateks tertinggi namun dengan pemisahan paling lambat dan distribusi ukuran partikel paling lebar dan paling tidak seragam di antara kondisi tersonikasi. Nilai TSC seluruh sampel tersonikasi tetap berada di bawah nilai sampel kontrol (tanpa sonikasi), yang mengindikasikan bahwa sonikasi mempercepat proses pemisahan tanpa melampaui konsentrasi karet maksimum yang dapat dicapai melalui proses pendadihan berbasis CMC tanpa bantuan sonikasi. Temuan ini memberikan wawasan mengenai efektivitas dan trade-off dari proses pendadihan dengan ultrasonikasi sebagai pendekatan baru untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lateks karet alam.
Perpustakaan Digital ITB