Penelitian ini mengkaji distribusi dan karakteristik sampah laut di Pulau Tidung
Besar dan Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, melalui
perbandingan spasial dan temporal antara Musim Peralihan 2 (November 2025) dan
Musim Peralihan 1 (April 2026). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran
sampah laut umumnya lebih tinggi di wilayah selatan, terutama pada kawasan
mangrove. Kepadatan sampah tertinggi ditemukan di selatan Pulau Tidung Kecil,
yaitu 62,4 item/m² pada Musim Peralihan 2 dan meningkat menjadi 80,2 item/m²
pada Musim Peralihan 1. Pada lima titik pengamatan yang sama, jumlah sampah
meningkat 43% dan berat sampah meningkat 58% pada Musim Peralihan 1.
Berdasarkan komposisi jenis, sampah didominasi plastik yang menyumbang 74,8%
dari total sampah pada kedua musim. Jumlah sampah plastik meningkat 103% pada
Musim Peralihan 1, sedangkan busa, karet, dan kaca mengalami penurunan.
Berdasarkan ukuran, sampah makro mendominasi baik dari jumlah (>80%) maupun
berat (>90%), dengan peningkatan 50% pada Musim Peralihan 1, sementara
sampah meso menurun 15%. Musim Peralihan 2 ditandai elevasi muka air yang
lebih tinggi (0,007–0,187 m) dan arus yang lebih kuat dengan arah dominan ke
timur, sedangkan Musim Peralihan 1 memiliki elevasi muka air lebih rendah (-
0,368–0,037 m) dan arus yang lebih lemah dengan arah dominan ke barat. Kondisi
tersebut berpotensi memengaruhi transportasi dan akumulasi sampah.
Perpustakaan Digital ITB