digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keberlanjutan lahan sawah dan produksi padi di Indonesia menghadapi tantangan, yaitu dinamika perubahan tutupan lahan serta meningkatnya ancaman bahaya hidrometeorologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika spasio-temporal tutupan lahan sawah, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perubahannya, serta mengestimasi potensi kehilangan produksi padi akibat banjir dan kekeringan di tiga provinsi lumbung pangan Indonesia, yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Prediksi tutupan lahan hingga tahun 2040 dilakukan menggunakan metode Cellular Automata-Markov (CA-Markov). Faktor pendorong dinamika perubahan lahan sawah dianalisis menggunakan Binary Logistic Regression (BLR) dengan variabel populasi, jarak ke jalan, Night Time Light (NTL), suhu, presipitasi, dan jenis tanah. Potensi kehilangan produksi diestimasi melalui tumpang susun distribusi sawah hasil prediksi dengan model bahaya banjir dan kekeringan pada empat skenario periode ulang, kemudian dikonversi menggunakan kurva kerentanan padi. Hasil validasi prediksi menghasilkan Overall Accuracy (OA) 86–94% dan koefisien Kappa 0,81–0,91. Luas sawah di ketiga provinsi meningkat sepanjang 2016–2040. Ekspansi sawah terjadi berdekatan dengan sawah eksisting. Analisis faktor pendorong menunjukkan heterogenitas spasial: suhu menjadi faktor dominan di Sumatera Selatan, presipitasi menjadi satu-satunya pendorong positif di Jawa Barat, sementara tidak ada variabel numerik yang berperan sebagai pendorong positif di Sulawesi Selatan. Jenis tanah konsisten berpengaruh positif di ketiga provinsi. Estimasi kehilangan produksi menunjukkan bahwa potensi kehilangan akibat banjir lebih tinggi dibandingkan kekeringan pada seluruh skenario, serta meningkat seiring bertambahnya luas sawah yang berada pada zona paparan bahaya.