Keberlanjutan lahan sawah dan produksi padi di Indonesia menghadapi tantangan, yaitu
dinamika perubahan tutupan lahan serta meningkatnya ancaman bahaya
hidrometeorologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika spasio-temporal
tutupan lahan sawah, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perubahannya, serta
mengestimasi potensi kehilangan produksi padi akibat banjir dan kekeringan di tiga
provinsi lumbung pangan Indonesia, yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi
Selatan. Prediksi tutupan lahan hingga tahun 2040 dilakukan menggunakan metode
Cellular Automata-Markov (CA-Markov). Faktor pendorong dinamika perubahan lahan
sawah dianalisis menggunakan Binary Logistic Regression (BLR) dengan variabel
populasi, jarak ke jalan, Night Time Light (NTL), suhu, presipitasi, dan jenis tanah.
Potensi kehilangan produksi diestimasi melalui tumpang susun distribusi sawah hasil
prediksi dengan model bahaya banjir dan kekeringan pada empat skenario periode ulang,
kemudian dikonversi menggunakan kurva kerentanan padi.
Hasil validasi prediksi menghasilkan Overall Accuracy (OA) 86–94% dan koefisien
Kappa 0,81–0,91. Luas sawah di ketiga provinsi meningkat sepanjang 2016–2040.
Ekspansi sawah terjadi berdekatan dengan sawah eksisting. Analisis faktor pendorong
menunjukkan heterogenitas spasial: suhu menjadi faktor dominan di Sumatera Selatan,
presipitasi menjadi satu-satunya pendorong positif di Jawa Barat, sementara tidak ada
variabel numerik yang berperan sebagai pendorong positif di Sulawesi Selatan. Jenis
tanah konsisten berpengaruh positif di ketiga provinsi. Estimasi kehilangan produksi
menunjukkan bahwa potensi kehilangan akibat banjir lebih tinggi dibandingkan
kekeringan pada seluruh skenario, serta meningkat seiring bertambahnya luas sawah yang
berada pada zona paparan bahaya.
Perpustakaan Digital ITB