Ragam Jaya Garment House merupakan UKM garmen milik keluarga berbasis di Bandung yang berdiri pada tahun 1997 dan menjalankan model bisnis made-toorder untuk produk apparel dan merchandise institusi. Walaupun perusahaan telah beroperasi dalam jangka panjang, koordinasi kerja harian masih sangat bergantung pada kebiasaan informal dan pengawasan langsung dari owner. Isu utama yang ditemukan meliputi tidak adanya struktur organisasi tertulis dan kejelasan kepemilikan peran, pengambilan keputusan yang terpusat pada owner pada aktivitas operasional, serta meningkatnya risiko keberlanjutan dan kesinambungan bisnis ketika perusahaan mulai memasuki fase transisi generasi. Kondisi ini menimbulkan bottleneck koordinasi, meningkatkan risiko miskomunikasi dan rework ketika terjadi perubahan pesanan, serta membuat alur operasional kurang stabil saat owner tidak selalu tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif interpretif melalui wawancara semi terstruktur dengan owner, generasi kedua, admin, dan senior produksi, didukung observasi langsung serta telaah dokumen internal. Data dianalisis menggunakan thematic coding dan kemudian dipetakan dengan alat desain organisasi seperti Porter Value Chain, APQC Process Classification, matriks RACI, archetype organisasi Mintzberg, Span of Control serta Galbraith Star Model. Solusi yang diusulkan adalah struktur fungsional berbasis peran yang didukung batasan decision rights dan minimum process controls pada titik handoff dan persetujuan, sehingga pekerjaan rutin tidak selalu menunggu persetujuan owner. Studi ini memberikan kontribusi praktis tentang bagaimana desain organisasi dapat dikontekstualisasikan untuk UKM bisnis keluarga di Indonesia dengan memperkuat akuntabilitas, menurunkan ketergantungan pada figur kunci, dan meningkatkan kesiapan keberlanjutan operasi pada masa suksesi tanpa menghilangkan fleksibilitas kerja.
Perpustakaan Digital ITB