Fasilitas kilang minyak menuntut keandalan fondasi yang tinggi mengingat beban tangki penyimpanan dan fasilitas pendukung yang besar serta konsekuensi kegagalan yang signifikan. Pada lokasi studi, hasil penyelidikan tanah menunjukkan keberadaan lapisan tanah lunak berupa lempung dengan ketebalan mencapai 18 hingga 20 meter dan lapisan tanah pasir very loose dengan ketebalan hingga 8,87 meter, sehingga berpotensi mengalami penurunan berlebih dan defisit stabilitas apabila dibebani langsung oleh struktur tangki dan timbunan operasional.
Penelitian ini bertujuan untuk mendesain perbaikan tanah menggunakan metode rigid inclusion dan stone column guna memenuhi kriteria penurunan izin differential settlement sebesar 70 mm, faktor likuifaksi sebesar 1,2 dan faktor keamanan kapasitas 2,5 sesuai SNI 8460:2017. Analisis dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan PLAXIS 2D pada konfigurasi axisymmetric untuk evaluasi transfer beban dan penurunan pada skala unit sel, serta konfigurasi global axisymmetric untuk evaluasi pada koordinat global. Kesimpulannya, metode stone column terbukti lebih efisien dari segi volume dibandingkan rigid inclusion pada pengerjaan tugas akhir ini, dengan konfigurasi masing – masing metode perbaikan tanah dapat ditinjau pada laporan.
Perpustakaan Digital ITB