digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Celine Deandra Romandiza
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan mengalami bencana alam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2023 jumlah kejadian bencana yang tercatat di Indonesia sebanyak 5.400 kejadian dengan delapan jenis bencana. Berdasarkan data yang tercatat dalam kurun waktu 2004 hingga 2013 Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp126,7 triliun. Kerugian ekonomi yang terjadi akan bertambah jika tidak terdapat metode yang tepat untuk penanggulangannya. Oleh karena itu, dibutuhkan rancangan anggaran berbasis AAL yang dihitung berdasarkan kejadian bencana sebelumnya dan proyeksi untuk masa depan. Hal ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk memperkirakan anggaran yang perlu disiapkan setiap tahun untuk mitigasi dan tanggap darurat yang lebih efisien. Untuk mendapatkan hasil Kalkulasi yang efisien maka diperlukan sebuah sistem kalkulasi otomatis berupa dashboard. Dashboard dipilih agar dapat memberikan informasi mengenai nilai kerugian akibat bencana dengan tampilan yang interaktif sehingga memudahkan pengambilan keputusan dalam perencanaan mitigasi bencana dan kebijakan pembangunan. Dalam perancangan project, dilakukan empat tahapan penting, yaitu pengumpulan data, perancangan arsitektur sistem, pembuatan basis data, dan perancangan dashboard. Data yang digunakan untuk keperluan kalkulasi nilai AAL dan direct loss terdiri dari empat hal, yaitu model bencana, kurva kerentanan, detail bangunan, dan nilai HSBGN. Pembuatan dashboard dirancang dengan 2 bagian elemen, yaitu back end dan front end. Bahasa pemrograman utama yang digunakan pada back end adalah Python Flask, sedangkan framework dari front end ialah Next.js. Dashboard ini memungkinkan proses kalkulasi dan visualisasi untuk nilai direct loss dan AAL. Dashboard yang dirancang juga akan menyediakan beberapa fitur tambahan seperti download data dan pengubahan data yang digunakan.