COVER R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN R. M. Rizqi Aditya R.
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Bencana alam tanah longsor tidak hanya berdampak pada lingkungan, ekonomi, sosial, dan fisik penyintas, tapi juga merusak kesehatan mental yang berpotensi memunculkan gejala post-traumatic stress disorder (PTSD) pada penyintas. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi skor PCL-5, PSD relatif, asimetri otak, serta korelasi antara parameter PCL-5 dan parameter EEG pada penyintas pascabencana longsor Desa Cibenda, Kabupaten Bandung Barat (2024) melalui screening kuesioner PCL-5 dan pengukuran aktivitas gelombang alfa dan beta dengan fokus pada perbedaan antara individu yang terindikasi PTSD (n = 6) dan non-PTSD (n = 8). Data diperoleh dari skor kuesioner PCL-5 dan perekaman EEG di kanal AF7, AF8, TP9, dan TP10 pada tiga sesi: baseline awal (BL1), perlakuan (pemaparan kuesioner PCL-5, T), dan baseline akhir (BL2). Data EEG diolah menjadi 3 varibel analisis, meliputi power spectral density (PSD) relatif, frontal alpha asymmetry (FAA), dan temporal alpha asymmetry (TAA). Hasil three-way mixed ANOVA pada PSD relatif menunjukkan adanya perbedaan pola aktivasi otak yang spesifik secara spasio-temporal. Kelompok PTSD menunjukkan disregulasi berupa asimetri interhemisfer yang signifikan pada sesi BL2, ditandai dengan perbedaan daya antara AF7 dan AF8 (palfa = 0,032; pbeta = 0,033). Sebaliknya, kelompok non-PTSD menunjukkan spesialisasi aktivitas fungsional yang jelas antara wilayah frontal-temporal (AF7-TP9 serta AF8-TP10, p < 0,05), terutama pada sesi T dan BL2. Selain itu, kedua kelompok dapat dibedakan berdasarkan PSD relatif alfa dan beta pada kanal AF8, terutama di sesi BL2 (palfa/beta = 0,022). Hasil two-way mixed ANOVA untuk FAA mengonfirmasi perbedaan signifikan antarkelompok pada sesi BL2 (p = 0,048) serta disregulasi lateralitas pada kelompok PTSD yang lebih menonjol dibandingkan kelompok non-PTSD, khususnya antara sesi T dan BL2 (p = 0,014). Analisis korelasi mengungkapkan perbedaan arsitektur neural yang kontras antarkelompok. Pada kelompok non-PTSD yang memiliki struktur korelasi terorganisasi, area AF7 menjadi prediktor utama gejala intrusion melalui korelasi positif alfa (r = 0,84) dan korelasi negatif beta (r = -0,84). Sebaliknya, kelompok PTSD menunjukkan arsitektur yang tidak teratur, ditandai dengan diskontinuitas aktivitas pascastimulus (korelasi T-BL2 yang lemah) dan subskala negative alteration (r = 0,93) dan hyperarousal (r = -0,88) yang berkorelasi kuat secara spesifik dengan daya alfa TP9 pada sesi BL2. Penelitian ini membuktikan potensi kanal AF7 (anterofrontal kiri), AF8 (anterofrontal kanan), dan TP9 (temporoparietal kiri) sebagai kandidat biomarker elektrofisiologis sensitif untuk membedakan profil psikopatologis PTSD penyintas bencana longsor.
Perpustakaan Digital ITB