digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Risiko kesehatan lingkungan yang persisten akibat ketergantungan berkepanjangan pada solusi sanitasi darurat pasca-gempa Cianjur 2022 mendesak adanya transisi strategis menuju manajemen sanitasi yang aman dan berkelanjutan (Safely Managed Sanitation) di Kecamatan Cugenang. Melalui pendekatan mixed-methods, penelitian ini melibatkan 110 responden rumah tangga di 16 desa di Kecamatan Cugenang, yang ditentukan melalui rumus Yamane dan teknik disproportional stratified random sampling, serta 11 informan kunci yang dipilih secara purposive sampling dari unsur pemerintah dan non-pemerintah. Penelitian ini mengintegrasikan analisis risiko sanitasi (EHRA), evaluasi teknis Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) terhadap Sphere Standards, serta pemetaan pemangku kepentingan dengan matriks Power vs. Interest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun wilayah berada pada kategori risiko "Sedang", sektor Air Limbah Domestik (ALD) merupakan kontributor risiko terbesar dengan rata-rata skor IRS mencapai 0,78. Temuan ini divalidasi oleh adanya Shit Flow Diagram (SFD) yang mengonfirmasi kondisi Unsafely Managed akibat kelemahan aspek penampungan (tangki septik tidak kedap) serta ketiadaan layanan penyedotan dan pengolahan lumpur tinja yang berfungsi. Analisis pemangku kepentingan mengidentifikasi hambatan kritis (bottleneck) pada Bappeda sebagai aktor dengan kekuatan tinggi namun memiliki kepentingan rendah (Keep Satisfied) terhadap isu manajemen lumpur tinja, yang berpotensi menghambat keberlanjutan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P). Sebagai solusi, penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pengembangan "Model Kelembagaan Kolaboratif" yang mentransformasi jaringan tata kelola dari kondisi terfragmentasi (fragmented) menjadi terintegrasi (integrated). Secara praktis, model kolaboratif yang dihasilkan dapat diadopsi sebagai kerangka acuan kebijakan bagi pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan dalam merancang program pemulihan sanitasi pascabencana yang lebih tangguh, inklusif, dan memenuhi standar keselamatan internasional.