digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gempa bumi yang sering terjadi di Indonesia memberikan dampak signifikan pada infrastruktur perumahan dan memunculkan tantangan besar dalam pemenuhan material tambang untuk rekonstruksi akibat lonjakan permintaan dan gangguan logistik. Penelitian ini bertujuan merancang model terpadu untuk optimalisasi rantai pasok material tambang yang tangguh terhadap ketidakpastian pascabencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan hibrida yang mengintegrasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) dua tahap dan Multi-Objective Mixed-Integer Linear Programming (MOMILP). AHP Tahap 1 digunakan untuk menilai preferensi kinerja pemasok berdasarkan kualitas dan keandalan, sedangkan AHP Tahap 2 dirancang untuk mengkuantifikasi risiko operasional pemasok akibat bencana melalui Total Risk Rating (TRR). Hasil pembobotan dan penilaian risiko ini diintegrasikan ke dalam model optimasi MILP untuk menentukan alokasi material yang meminimalkan biaya dan waktu, sekaligus memaksimalkan ketahanan rantai pasok. Simulasi model menghasilkan himpunan solusi Pareto yang merepresentasikan trade-off optimal antara biaya, waktu, dan preferensi kualitas. Hasil analisis skenario menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan adaptasi yang tangguh (robust); gangguan pada zona pemasok utama direspons dengan pengalihan alokasi ke pemasok alternatif tanpa lonjakan biaya minimum, sementara gangguan pada zona penyangga direspons dengan percepatan waktu penyelesaian. Model ini diharapkan dapat menjadi sistem pendukung keputusan yang transparan dan terstruktur bagi pemangku kepentingan dalam perencanaan strategis rekonstruksi pascabencana di Indonesia